<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d1 20130915//EN" "JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <journal-meta id="journal-meta-1">
      <journal-id journal-id-type="nlm-ta">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="publisher-id">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="journal_submission_guidelines">http://ojs.umsida.ac.id/index.php/rechtsidee/about/submissions#authorGuidelines</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>UMSIDA Article Template 2 (Indonesian)</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn publication-format="print"/>
    </journal-meta>
    <article-meta id="article-meta-1">
      <article-id pub-id-type="publisher-id">1</article-id>
      <article-id pub-id-type="doi">http://doi.org/10.21070/jbmp.v6i1.440</article-id>
      <article-categories>
        <subj-group>
          <subject>JBMP</subject>
        </subj-group>
      </article-categories>
      <title-group>
        <article-title id="at-3c7507f83220">
          <bold id="strong-1">Pengaruh Kompensasi dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kepuasan Kerja dimediasi oleh Motivasi Kerja</bold>
          <bold id="strong-2"> </bold>
        </article-title>
        <alt-title alt-title-type="right-running-head">Jurnal Bisnis dan Perbankan UMSIDA</alt-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-4c6095ef609f">
            <surname>Yeni Suyanto</surname>
            <given-names>Umar</given-names>
          </name>
          <xref id="x-ebdd6785481a" rid="a-c5a40623241f" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-a00e235d54ca">
            <surname>Purwanti</surname>
            <given-names>Ika</given-names>
          </name>
          <xref id="x-95830d09251a" rid="a-fb37495e72e7" ref-type="aff">2</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-b36724865f07">
            <surname>Dzikri Abadi</surname>
            <given-names>Muhammad</given-names>
          </name>
          <xref id="x-03bc3a981035" rid="a-fb37495e72e7" ref-type="aff">2</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-8ee906b20a36">
            <surname>Hirmantono</surname>
            <given-names>Agung</given-names>
          </name>
          <xref id="x-0b2975e90bc6" rid="a-d2f81618327f" ref-type="aff">3</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-fca9429c4370">
            <surname>Sayyid</surname>
            <given-names>Mokhtar</given-names>
          </name>
          <xref id="x-a5a77e177625" rid="a-c5a40623241f" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <aff id="a-c5a40623241f">
          <institution>Prodi Perpajakan, STIE KH. Ahmad Dahlan Lamongan</institution>
        </aff>
        <aff id="a-fb37495e72e7">
          <institution>Prodi Manajemen, STIE KH. Ahmad Dahlan Lamongan</institution>
        </aff>
        <aff id="a-d2f81618327f">
          <institution>Prodi Akuntansi, STIE KH. Ahmad Dahlan Lamongan 4, Prodi Perpajakan,  STIE KH. Ahmad Dahlan Lamongan</institution>
        </aff>
      </contrib-group>
      <volume>6</volume>
      <fpage>17</fpage>
      <permissions>
        <copyright-year>2020</copyright-year>
      </permissions>
      <abstract id="abstract-c1a66eb5e574">
        <title id="abstract-title-3c59bb300c15">Abstract</title>
        <p id="paragraph-53d1f916ca61">This research aimed to examine and to analyze the effect of compensation and transformational leadership on job satisfaction, either directly or indirectly, mediated with job motivation variable in Muhammadiyah Hospital of Lamongan (thereafter called RSML). This study was an explanatory research; the analysis method employed was Partial Least Square (PLS). The population of research consisted of 364 employees of Muhammadiyah Hospital of Lamongan, while the sample consisted of 79 employees, taken using Slovin technique. The results showed that compensation and transformational leadership are fundamental instruments underlying Muhammadiyah Hospital of Lamongan in improving its employees’ job motivation and satisfaction.</p>
      </abstract>
      <abstract id="abstract-195faf499ac5">
        <title id="abstract-title-7a022aa7387a">Abstract</title>
        <p id="paragraph-734e30367f9d">Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kompensasi dan kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja, baik pengaruh langsung maupun tidak langsung yang dimediasi oleh variabel motivasi kerja, serta menguji dan menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.Jenis penelitian ini adalah <italic id="emphasis-1">explanatory research</italic><italic id="emphasis-2">, </italic>metode analisis yang digunakan adalah <italic id="emphasis-3">Partial Least Square </italic> (PLS), dengan mengevaluasi model struktural (<italic id="emphasis-4">inner model</italic>)<italic id="emphasis-5"> </italic> dan model pengukuran (<italic id="emphasis-6">outer model</italic>)<italic id="emphasis-7">.</italic><italic id="emphasis-8"> </italic>Jumlah Populasi dalam penelitian adalah karyawanRumah Sakit Muhammadiyah Lamongan yang berjumlah 364 karyawan, sampel yang diambil sejumlah 79 orang menggunakan teknik Slovin. Hasil temuan penelitian ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa kompensasi dan kepemimpinan transformasional merupakan alat fundamental yang mendasari Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan untuk meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja karyawan. </p>
      </abstract>
      <kwd-group id="kg-8d9cc2d29119">
        <title>Keywords</title>
        <kwd/>
      </kwd-group>
      <kwd-group id="kwd-group-1">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>compensation</kwd>
        <kwd>transformational leadership</kwd>
        <kwd>job satisfaction</kwd>
        <kwd>job motivation</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec>
      <title id="t-f4e6d8738511">Pendahuluan </title>
      <p id="paragraph-2">Perkembangan Usaha Rumah Sakit mengalami pertumbuhan yang sangat pesat di Indonesia, menurut data (Kementerian Kesehatan: 2018) Rumah  akit di Indonesia terdiri dari rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta dengan jumlah total 2.773. Pertumbuhan Rumah  akit emerintah selama enam tahun terakhir tidak sepesat pertumbuhan Rumah  akit swasta. Rata-rata pertumbuhan Rumah  akit emerintah hanya sebesar 0.4%, sedangkan Rumah  akit swasta sebesar 15.3%. Data Rumah Sakit Swasta pada berbagai Provinsi di Indonesia ditunjukkan pada Gambar 1 berikut ini.</p>
      <fig id="f-745419de589d" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 1 </label>
        <caption id="c-c7654747aaea">
          <title id="t-995105b4cebc"><bold id="s-3c62998738d4"/>Data Rumah Sakit Swasta<bold id="strong-4"> pada Berbagai Provinsi di </bold><bold id="strong-5">Indonesia</bold><bold id="strong-6"> </bold></title>
        </caption>
        <graphic id="g-4dcc5d98b024" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/9f1cae6f-eca1-4edf-a941-f43738fb4be8/image/563f6c09-350d-4828-9527-27da380db8c1-uuntitled-1.png"/>
      </fig>
      <p id="paragraph-4">
        <italic id="e-cba2be64eb3f">Sumber: </italic>
        <italic id="e-3b565b3e32af">Kementerian Kesehatan</italic>
        <italic id="e-dd449e44912e"> (</italic>
        <italic id="e-91a8289bb8a4">2018</italic>
        <italic id="e-9941be51c7a2">)</italic>
        <italic id="e-6f24102878c4"> </italic>
        <italic id="e-6ad4f83e2690">
          <bold id="strong-7"> </bold>
        </italic>
      </p>
      <p id="paragraph-5">Pada Gambar 1 diperoleh informasi bahwa rata-rata di setiap provinsi terdapat kenaikan jumlah Rumah Sakit swasta. Pertumbuhan agresif terlihat terutama di Jawa Timur naik empat kali lipat atau jika dipersentase sebesar rata-rata 21% dan di Jawa Barat naik hampir dua kali lipat atau 19%, DKI Jakarta naik hampir dua kali lipat atau rata-rata sebesar 8% selama 6 tahun terakhir ini. Demikian pula di Jawa Tengah naik hampir tiga kali lipat atau rata-rata sebesar 19%. Pada data tersebut dapat disimpulkan bahwa propinsi Jawa Timur merupakan propinsi dengan pertumbuhan Rumah Sakit swasta tertinggi di Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa provinsi Jawa Timur memiliki potensi yang besar dalam pengembangan industri Rumah Sakit. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada aspek kebutuhan Sumber daya manusia pada industri tersebut. Sumber daya manusia merupakan aset yang paling penting untuk pengembangan organisasi selain modal <italic id="e-d9b3c3834229">financial </italic> (Chu Lin et al: 2019), termasuk organisasi layanan kesehatan rumah sakit. </p>
      <p id="paragraph-6">Faktor kunci kualitas layanan rumah sakit adalah manajemen sumber daya manusia. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas memerlukan perubahan dan perbaikan pada manajemen dan organisasi. Rumah sakit sebagai bagian dari pelayanan kesehatan publik harus mampu memenuhi standar pelayanan kesehatan yang selalu dipantau kualitas dan kuantitasnya melalui akreditasi rumah sakit. Salah satu poin penting dalam penilaian akreditasi rumah sakit (Suryanto: 2011). </p>
      <p id="paragraph-7">Rumah  akit Muhammadiyah Lamongan adalah salah satu rumah sakit terkemuka di Kabupaten Lamongan, hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan dan prestasi yang diraih, salah satunya adalah “Piagam Penghargaan <italic id="emphasis-9">Indonesian Hospital Management Award</italic>” PERSI AWARDS - IHMA Tahun 2017 dan Predikat Akreditasi Lulus Paripurna Tahun 2018 - 2020. Kondisi ini menuntut RSML harus memiliki standar kinerja yang baik, hal ini akan bisa diwujudkan apabila kepuasan kinerja karyawan juga dipenuhi dengan baik. Sesuai dengan pendapat (Al-Rizal dan Ratnawati: 2012) ada dasarnya seseorang karyawan dalam bekerja akan merasa nyaman dan memberikan kinerjanya yang optimal apabila dalam memperoleh kepuasan kerja sesuai apa yang diinginkan. </p>
      <p id="paragraph-8">Kepuasan kerja merupakan cerminan dari perasaan pegawai dengan pekerjaannya. Hal ini tampak dalam sikap positif pegawai dengan pekerjaan yang dihadapi dan lingkungannya. Sebaliknya, pegawai yang tidak puas akan bersikap negatif dengan pekerjaan dan bentuknya berbeda-beda antara pegawai satu dengan yang lainnya (Khan <italic id="emphasis-10">et al</italic>, 2012). Kepuasan kerja didefinisikan sebagai keadaan yang menyenangkan atau emosi positif yang dihasilkan dari penilaian pekerjaan dan pengalaman kerja (Sinambela: 2012). Faktor-faktor yang berperan penting dengan kepuasan kerja adalah kesempatan bekerja sesuai kemampuannya, keamanan kerja, upah, interaksi dengan rekan kerja kerja, dan interaksi dengan pimpinan (Amstrong: 2012). Kepuasan kerja berdampak langsung dengan tingkat absensi, komitmen, kinerja dan produktivitas. Kepuasan kerja pegawai akan memengaruhi kinerja pegawai tersebut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat / klien (Khan <italic id="emphasis-11">et</italic><italic id="emphasis-12"> </italic><italic id="emphasis-13">al</italic>, 2012). hal tersebut juga dikuatkan dengan penelitian Pang dan Shan-Lu (2018) bahwa kepuasan kerja mampu meningkatkan  kinerja keuangan seperti tingkat pengembalian aset, peningkatan omset dan profitabilitas. </p>
      <p id="paragraph-9">Untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan diperlukan motivasi yang tinggi dalam bekerja. Semakin tinggi motivasi seseorang, maka semakin tinggi pula kepuasan mereka dalam bekerja (Bang <italic id="emphasis-14">et al</italic>: 2018). Karena motivasi adalah alasan di balik suatu tindakan, ini mengarah ke awal dan kelanjutan dari suatu kegiatan dan menentukan arah perilaku seseorang (Garcia <italic id="emphasis-15">et al</italic>: 2018). Beberapa cara dilakukan oleh suatu perusahaan/organisasi untuk meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja karyawan. Perusahaan menggunakan kompensasi sebagai cara untuk memotivasi pekerja dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja mereka (Yang dan Chen, 2018). akan tetapi bukti empiris lain menyatakan bahwa bentuk insentif maupun kompensasi tidak bisa menjadi faktor utama dalam meningkatkan motivasi pegawai. Faktor lain yang dapat mempengaruhinya adalah gaya kepemimpinan, kepemimpinan transformasional menjadi salah satu pilihan terbaik dalam memotivasi pegawai. Seorang pemimpin tidak dapat menggunakan insentif ekonomi atau karier, tetapi mereka dapat menggunakan kepemimpinannya untuk memotivasi karyawan (Gennaro: 2018). </p>
      <p id="clipboard_property">Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kompensasi dan kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja, baik pengaruh langsung maupun tidak langsung yang dimediasi oleh variabel motivasi kerja, serta menguji dan menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.</p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-85accbdea642">
        <bold id="s-e6a35758e5d5">METODE PENELITIAN</bold>
      </title>
      <sec>
        <title id="t-ec0551fa0f38"><bold id="s-ee5187a27271">Jenis Penelitian</bold> </title>
        <p id="p-24b5b0eeff1e">Jenis penelitian ini adalah <italic id="e-08b1e1a62602">explanatory research, </italic> yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan penjelasan mengenai hubungan atau sebab akibat diantara variabel yang ada melalui pengujian hipotesis (sekaran: 2011). Metode analisis yang digunakan adalah <italic id="e-804f3cb52668">Partial Least Square </italic> (PLS), dengan mengevaluasi model struktural (<italic id="e-1605c3d50712">inner model</italic>)<italic id="e-cf2557be5efe"> </italic> dan model pengukuran (<italic id="e-2fd5e6c9d2b2">outer model</italic>)<italic id="e-e79a9d2e052c">.</italic><italic id="e-0482ae68c64f"> </italic>Jumlah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan yang berjumlah 364 karyawan. Dalam penelitian ini penulis mempersempit populasi yaitu jumlah seluruh karyawan sebanyak 364 karyawan dengan menghitung ukuran sampel yang dilakukan dengan menggunakan teknik Slovin menurut (Sugiyono: 2011). Berdasarkan perhitungan diatas sampel yang mejadi responden dalam penelitian ini di sesuaikan menjadi sebanyak 79 orang.<italic id="e-e37fa11ddcdf"> </italic>Sumber data dalam penelitian ini berasal dari data primer. Data tersebut dikumpulkan menggunakan kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada para karyawan RSM Lamongan, diisi sendiri oleh mereka dan akan dikumpulkan pada saat itu juga.</p>
        <p id="p-629208efc28b">Instrumen penelitian diukur menggunakan Skala Likert. Sebagai dasar penentu indikator untuk memperoleh data kuantitatif, maka jawaban setiap item instrument memiliki gradasi dari sangat setuju sampai sangat tidak setuju (interval nilai 1 – 5). Untuk mengukur validitas dan reliabilitas instrument dengan program <italic id="e-ec32a0775b53">WarpPLS</italic>, dievaluasi berdasarkan nilai <italic id="e-10a5db0a0072">convergent validity </italic> dan <italic id="e-6f942031bce8">discriminant validity</italic>. <italic id="e-6a24f2f690b5">Discriminant validity </italic> dapat dilakukan dengan melihat nilai<italic id="e-05b800061281"> loading factor. </italic> Apabila nilai <italic id="e-16fee935bedc">loading factor </italic> &gt; 0,50, maka indikator dinyatakan valid. Sedangkan pengukuran reliabilitas antar blok indikator, dilakukan dengan cara mengevaluasi nilai AVE (&gt; 0,50), nilai <italic id="e-693ebf717fc9">composite reliability </italic> dan nilai <italic id="emphasis-16">cronbach alpha </italic> &gt; 0,70 (Ghozali dan Latan:  2015).</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-a17a5ce58df6">HASIL DAN PEMBAHASAN</title>
      <sec>
        <title id="t-3a29436e5c08">
          <bold id="s-1b57ca1a7ad8">Hasil Uji Outer Model</bold>
        </title>
        <p id="t-ffd4b65ba46e">Sebagaimana diketahui bahwa indikator-indikator yang membentuk variabel laten dalam penelitian ini bersifat reflektif, maka evaluasi model pengukuran (<italic id="e-51781a14a192">measurement model/outer model</italic>) yang digunakan untuk mengukur validitas dan reliabilitas indikator-indikator tersebut adalah <italic id="e-95b92f16aab6">convergent validity, discriminant validity, composite reliability, </italic> dan <italic id="e-e8488736688c">cronbach alpha. </italic> Nilai validitas konvergen dapat dilihat dari korelasi antara skor indikator dengan skor konstruknya (<italic id="e-9055dffcdcad">loading </italic> factor) dengan kriteria nilai <italic id="e-2a551a12224f">loading factor </italic> dari setiap indikator lebih besar dari 0,70. Namun, untuk analisis yang teorinya tidak jelas maka <italic id="e-f83c4ff59a1d">outer loading </italic> 0,50 dapat dikatakan valid (Ghozali dan Latan, 2015). Tabel 1 di bawah ini menyajikan nilai dari analisis validitas konvergen. </p>
        <table-wrap id="tw-27f1527c5028" orientation="portrait">
          <label>Table 1</label>
          <caption id="c-d56b01ada3b5">
            <title id="t-8b722e91d0b8">
              <bold id="s-cee3b40829a0">Nilai <italic id="e-d0027e2512f6">Outer Loading</italic></bold>
            </title>
          </caption>
          <table id="table-1" rules="rows">
            <colgroup>
              <col width="25"/>
              <col width="38.21"/>
              <col width="23.549999999999997"/>
              <col width="13.24"/>
            </colgroup>
            <tbody id="table-section-1">
              <tr id="table-row-1">
                <td id="table-cell-1" align="left">Konstruk</td>
                <td id="table-cell-2" align="left">Indikator</td>
                <td id="table-cell-3" align="left">Nilai Loading</td>
                <td id="table-cell-4" align="left">Ket</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2">
                <td id="table-cell-5" rowspan="4" align="left">Kompen-sasi (X1)</td>
                <td id="table-cell-6" align="left">Upah dan gaji</td>
                <td id="table-cell-7" align="left">0,757</td>
                <td id="table-cell-8" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3">
                <td id="table-cell-9" align="left">Insentif</td>
                <td id="table-cell-10" align="left">0,843</td>
                <td id="table-cell-11" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4">
                <td id="table-cell-12" align="left">Tunjangan</td>
                <td id="table-cell-13" align="left">0,881</td>
                <td id="table-cell-14" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5">
                <td id="table-cell-15" align="left">Fasilitas</td>
                <td id="table-cell-16" align="left">0,856</td>
                <td id="table-cell-17" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6">
                <td id="table-cell-18" rowspan="4" align="left">Kepemimpinan Transformasional (X2)</td>
                <td id="table-cell-19" align="left">Pengaruh yang ideal</td>
                <td id="table-cell-20" align="left">0,807</td>
                <td id="table-cell-21" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7">
                <td id="table-cell-22" align="left">Stimulasi intelektual</td>
                <td id="table-cell-23" align="left">0,770</td>
                <td id="table-cell-24" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8">
                <td id="table-cell-25" align="left">Motivasi inspirasional</td>
                <td id="table-cell-26" align="left">0,857</td>
                <td id="table-cell-27" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9">
                <td id="table-cell-28" align="left">Pertimbangan individual</td>
                <td id="table-cell-29" align="left">0,848</td>
                <td id="table-cell-30" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-10">
                <td id="table-cell-31" rowspan="5" align="left">Motivasi Kerja(Z)</td>
                <td id="table-cell-32" align="left">Kebutuhan fisiologis</td>
                <td id="table-cell-33" align="left">0,776</td>
                <td id="table-cell-34" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-11">
                <td id="table-cell-35" align="left">Kebutuhan rasa aman</td>
                <td id="table-cell-36" align="left">0,776</td>
                <td id="table-cell-37" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-12">
                <td id="table-cell-38" align="left">Kebutuhan social</td>
                <td id="table-cell-39" align="left">0,816</td>
                <td id="table-cell-40" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-13">
                <td id="table-cell-41" align="left">Kebutuhan akan pengakuan</td>
                <td id="table-cell-42" align="left">0,862</td>
                <td id="table-cell-43" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-14">
                <td id="table-cell-44" align="left">Kebutuhan aktualisasi diri</td>
                <td id="table-cell-45" align="left">0,832</td>
                <td id="table-cell-46" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-15">
                <td id="table-cell-47" rowspan="6" align="left">Kepuasan Kerja(Y)</td>
                <td id="table-cell-48" align="left">Pekerjaan itu sendiri</td>
                <td id="table-cell-49" align="left">0,860</td>
                <td id="table-cell-50" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-16">
                <td id="table-cell-51" align="left">Upah</td>
                <td id="table-cell-52" align="left">0,800</td>
                <td id="table-cell-53" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-17">
                <td id="table-cell-54" align="left">Kesempatan untuk berkembang</td>
                <td id="table-cell-55" align="left">0,921</td>
                <td id="table-cell-56" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-18">
                <td id="table-cell-57" align="left">Supervisi</td>
                <td id="table-cell-58" align="left">0,811</td>
                <td id="table-cell-59" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-19">
                <td id="table-cell-60" align="left">Rekan kerja</td>
                <td id="table-cell-61" align="left">0,860</td>
                <td id="table-cell-62" align="left">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-20">
                <td id="table-cell-63" align="left">Kondisi kerja</td>
                <td id="table-cell-64" align="left">0,921</td>
                <td id="table-cell-65" align="left">Valid</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-73">Sumber: (Data primer diolah: 2019)</p>
        <p id="paragraph-74">Tabel 1 menunjukkan nilai <italic id="e-01815ff93bb1">loading factor </italic> setiap indikator lebih dari 0,50. Artinya, seluruh indikator variabel yang diamati dalam penelitian ini telah memenuhi syarat <italic id="e-f5fd1fa2b695">convergent validity. </italic> Hal ini berarti semua indikator di atas adalah valid serta dapat digunakan dalam model. Sementara hasil <italic id="e-b86005411a25">discriminant validity </italic> disajikan pada Tabel 2, diperoleh nilai koefisien AVE dari seluruh konstruk &gt; 0,50, artinya semua konstruk penelitian ini valid. Nilai <italic id="e-6129d16a9971">composite reliability </italic> dan nilai <italic id="e-565a815efb7e">cronbach’s alpha </italic> dari seluruh konstruk menunjukkan nilai lebih besar dari 0,70 sehingga dapat dinyatakan bahwa keseluruhan konstruk telah memenuhi syarat reliabilitas. </p>
        <table-wrap id="tw-68b5807ff904" orientation="portrait">
          <label>Table 2</label>
          <caption id="c-938afdd89830">
            <title id="t-627f32dac86c">
              <bold id="s-431bed0c6c87">Nilai AVE, <italic id="e-1d3cf3633e4b">Composite Reliability</italic>, dan <italic id="e-5e198f442097">Cronbach Alpha</italic></bold>
              <italic id="emphasis-17">
                <bold id="strong-8"> </bold>
              </italic>
            </title>
          </caption>
          <table id="table-2" rules="rows">
            <colgroup>
              <col width="27.76"/>
              <col width="10.29"/>
              <col width="34.38"/>
              <col width="27.57"/>
            </colgroup>
            <tbody id="table-section-2">
              <tr id="table-row-21">
                <td id="table-cell-66" align="left">Konstruk</td>
                <td id="table-cell-67" align="left">AVE</td>
                <td id="table-cell-68" align="left">Composite Reliability</td>
                <td id="table-cell-69" align="left">Cronbach Alpha</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-22">
                <td id="table-cell-70" align="left">Kompensasi</td>
                <td id="table-cell-71" align="left">0,699</td>
                <td id="table-cell-72" align="left">0,902</td>
                <td id="table-cell-73" align="left">0,855</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-23">
                <td id="table-cell-74" align="left">Kepemimpinan Transformasional</td>
                <td id="table-cell-75" align="left">0,675</td>
                <td id="table-cell-76" align="left">0,8892</td>
                <td id="table-cell-77" align="left">0,838</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-24">
                <td id="table-cell-78" align="left">Motivasi Kerja</td>
                <td id="table-cell-79" align="left">0,661</td>
                <td id="table-cell-80" align="left">0,907</td>
                <td id="table-cell-81" align="left">0,872</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-25">
                <td id="table-cell-82" align="left">Kepuasan Kerja</td>
                <td id="table-cell-83" align="left">0,746</td>
                <td id="table-cell-84" align="left">0,946</td>
                <td id="table-cell-85" align="left">0,931</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-96">Sumber: (Data primer diolah: 2019)</p>
        <p id="paragraph-97">
          <bold id="strong-13"> </bold>
        </p>
        <p id="paragraph-98">
          <bold id="strong-14">Hasil Uji Inner Model</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-99">Setelah evaluasi model pengukuran (<italic id="emphasis-18">outer model</italic>) telah memenuhi syarat, tahap selanjutnya adalah melakukan evaluasi structural (<italic id="emphasis-19">inner model</italic>) yang meliputi uji kecocokan model (<italic id="emphasis-20">model fit</italic>), <italic id="emphasis-21">path coefficient</italic>, dan R<sup id="superscript-1">2</sup>. Uji kecocokan model (<italic id="emphasis-22">model fit</italic>) harus dilakukan sebelum melakukan uji signifikansi <italic id="emphasis-23">path coefficient </italic> dan R<sup id="superscript-2">2</sup>. Pada uji <italic id="emphasis-24">model fit </italic> terdapat tiga indeks pengujian, yakni <italic id="emphasis-25">Average Path Coefficient </italic> (APC), <italic id="emphasis-26">Average R-Squared </italic> (ARS), dan <italic id="emphasis-27">Average Variances Factor </italic> (AVIF) dengan kriteria: APC dan ARS diterima dengan syarat <italic id="emphasis-28">p – value </italic> &lt; 0,1 dan AVIF &lt; 5. Berikut Tabel 3 menyajikan hasil output <italic id="emphasis-29">model fit indices </italic> dari program <italic id="emphasis-30">WarpPLS 5.0.</italic></p>
        <table-wrap id="tw-e816319c9866" orientation="portrait">
          <label>Table 3</label>
          <caption id="c-3825dfe1fdd7">
            <title id="t-edb1f1b29f1c">
              <bold id="s-47b6d0bd4dc8">Model Fit Indices</bold>
            </title>
          </caption>
          <table id="table-3" rules="rows">
            <colgroup/>
            <tbody id="table-section-3">
              <tr id="table-row-26">
                <td id="table-cell-86" align="left"></td>
                <td id="table-cell-87" align="left">Indeks</td>
                <td id="table-cell-88" align="left">P – value</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-27">
                <td id="table-cell-89" align="left">APC</td>
                <td id="table-cell-90" align="left">0.486</td>
                <td id="table-cell-91" align="left">P &lt; 0.001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-28">
                <td id="table-cell-92" align="left">ARS</td>
                <td id="table-cell-93" align="left">1.139</td>
                <td id="table-cell-94" align="left">P &lt; 0.001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-29">
                <td id="table-cell-95" align="left">AVIF</td>
                <td id="table-cell-96" align="left">3.079 (good if &lt; 5)</td>
                <td id="table-cell-97" align="left">P &lt; 0.001</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-118">Sumber: (Data primer diolah: 2019)</p>
        <p id="paragraph-119">Hasil output Tabel 3 tersebut menunjukkan bahwa APC memiliki indeks sebesar 0.402 dengan nilai <italic id="emphasis-37">p-value </italic> &lt; 0.001. Sedangkan ARS memiliki indeks sebesar 1.139 dengan <italic id="emphasis-38">p-value </italic> &lt; 0.001. Nilai <italic id="emphasis-39">p-value </italic> menunjukkan hasil di bawah 0,1 yang berarti memenuhi kriteria APC dan ARS. Nilai indeks AVIF juga menunjukkan &lt; 5 yaitu sebesar 3.079. Hal ini berarti model sudah <italic id="emphasis-40">fit </italic> dengan data sehingga dapat melanjutkan pengujian berikutnya.  </p>
        <p id="paragraph-120">Hasil pengolahan data menunjukkan nilai <italic id="emphasis-41">R-square </italic> (R<sup id="superscript-3">2</sup>) variabel. Untuk mengevaluasi hubungan struktural antar variabel laten, harus dilakukan pengujian hipotesis terhadap koefisien jalur antara variabel dengan membandingkan angka <italic id="emphasis-42">p – value </italic> dengan <italic id="emphasis-43">alpha </italic> (0,1). Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja. Hasil pengujian hipotesis model structural dengan menggunakan program <italic id="emphasis-44">WarpPLS 5.0, </italic> dapat dijelaskan nilai koefisien jalur pada masing-masing hipotesis seperti yang ditunjukkan pada Tabel 4 berikut ini.</p>
        <table-wrap id="tw-e5a4df85a6b9" orientation="portrait">
          <label>Table 4</label>
          <caption id="c-4d002120b52f">
            <title id="t-2c7ad07f61c1">
              <bold id="s-0a72f06e2fba">Hasil <italic id="emphasis-45">Path Analysis</italic></bold>
            </title>
          </caption>
          <table id="table-4" rules="rows">
            <colgroup/>
            <tbody id="table-section-4">
              <tr id="table-row-30">
                <td id="table-cell-98" align="left">Hubungan Antar Konstruk</td>
                <td id="table-cell-99" align="left">Koefisien Jalur</td>
                <td id="table-cell-100" align="left">P – values</td>
                <td id="table-cell-101" align="left">Ket</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-31">
                <td id="table-cell-102" align="left">H1: Kompensasi  →Kepuasan Kerja</td>
                <td id="table-cell-103" align="left">0,840</td>
                <td id="table-cell-104" align="left">&lt;0.001</td>
                <td id="table-cell-105" align="left">Diterima</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-32">
                <td id="table-cell-106" align="left">H2: Kepemimpinan transformasional  → Kepuasan Kerja</td>
                <td id="table-cell-107" align="left">0,357</td>
                <td id="table-cell-108" align="left">&lt;0.001</td>
                <td id="table-cell-109" align="left">Diterima</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-33">
                <td id="table-cell-110" align="left">H3: Motivasi Kerja  → Kepuasan Kerja</td>
                <td id="table-cell-111" align="left">0,327</td>
                <td id="table-cell-112" align="left">&lt;0.001</td>
                <td id="table-cell-113" align="left">Diterima</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-34">
                <td id="table-cell-114" align="left">H4: Kompensasi  → Motivasi Kerja</td>
                <td id="table-cell-115" align="left">0,496</td>
                <td id="table-cell-116" align="left">&lt;0.001</td>
                <td id="table-cell-117" align="left">Diterima</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-35">
                <td id="table-cell-118" align="left">H5: Kepemimpinan transformasional  → Motivasi Kerja</td>
                <td id="table-cell-119" align="left">0,510</td>
                <td id="table-cell-120" align="left">&lt;0.001</td>
                <td id="table-cell-121" align="left">Diterima</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-36">
                <td id="table-cell-122" align="left">H6: Kompensasi à Motivasi Kerja  → Kepuasan Kerja</td>
                <td id="table-cell-123" align="left">0,335</td>
                <td id="table-cell-124" align="left">&lt;0.001</td>
                <td id="table-cell-125" align="left">Diterima(Mediasi Sebagian)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-37">
                <td id="table-cell-126" align="left">H7: Kepemimpinan Transformasional  → Motivasi Kerja à Kepuasan Kerja</td>
                <td id="table-cell-127" align="left">0,498</td>
                <td id="table-cell-128" align="left">&lt;0.001</td>
                <td id="table-cell-129" align="left">Diterima(Mediasi Sebagian)</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-156">Sumber: Data primer diolah (2019)</p>
        <p id="paragraph-157">Berdasarkan hasil uji hipotesis yang tersaji pada Tabel 4 di atas, diketahui bahwa kompensasi<italic id="emphasis-47"> </italic> berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil analisis menunjukkan nilai <italic id="emphasis-48">p – value</italic> &lt; 0.001, dengan demikian H1 diterima. Pemberian kompensasi yang lebih baik mampu meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Hasil penelitian ini mendukung beberapa penelitian terdahulu diantaranya: Adhikari, <italic id="emphasis-49">et al. </italic> (2017); Chu Lin, <italic id="emphasis-50">et al. </italic> (2019); Dou Lei, <italic id="emphasis-51">et al. </italic> (2015); Yang dan Chen (2018) menemukan kompensasi finansial dan non finansial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.  </p>
        <p id="paragraph-158">Kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan nilai <italic id="emphasis-52">p – value</italic> &lt; 0.001, dengan demikian H2 diterima. Hal ini sejalan dengan temuan Ritawati (2013); Munevver dan Kinik (2015); Puni, <italic id="emphasis-53">et al. </italic> (2018); bahwa gaya kepemimpinan transformasional yang diterapkan pimpinan, dimana pimpinan mampu melakukan pendekatan interpersonal kepada bawahan sehingga bawahan merasa senang dan puas dengan cara-cara atasan dalam mengarahkan karyawan untuk mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan.  </p>
        <p id="paragraph-159">Motivasi kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan nilai <italic id="emphasis-54">p – value </italic> &lt; 0.001, sehingga H3 diterima. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya: Hayati dan Caniago (2012); Kusuma, dkk (2015); Pang dan Shan Lu (2018); Suttikun, <italic id="emphasis-55">et al. </italic> (2018) bahwa motivasi kerja terbukti dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan.  </p>
        <p id="paragraph-160">Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. Nilai <italic id="emphasis-56">p-value</italic> dari hasil analisis me unjukkan lebih kecil dari nilai alpha (&lt;0.001). Hasil ini bermakna bahwa kompensasi mampu meningkatkan motivasi kerja karyawan, dengan demikian H4 diterima. Penelitian terdahulu yang mendukung hasil penelitian ini adalah Kusuma, dkk (2015); Adhikari, <italic id="emphasis-57">et al. </italic> (2017); Ilyina (2013); Demircioglu, <italic id="emphasis-58">et al. </italic> (2018) menyatakan bahwa kompensasi (baik finansial maupun non finansial) berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawan. </p>
        <p id="paragraph-161">Kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. Nilai <italic id="emphasis-59">p-value </italic> sebesar &lt; 0.001, dengan demikian H5 diterima. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Munevver dan Kinik (2015); Kusuma, dkk (2015); Aga dan Vallejo (2016) bahwa kepemimpinan transformasional mampu meningkatkan motivasi kerja karyawan. </p>
        <p id="paragraph-162">Hasil pengujian mediasi pada pengaruh tidak langsung kompensasi<italic id="emphasis-60"> </italic> terhadap kepuasan kerja melalui motivasi adalah signifikan (<italic id="emphasis-61">p-value &lt; 0.001</italic>). Hal ini memberikan makna bahwa motivasi kerja memberikan peran mediasi pada pengaruh kompensasi<italic id="emphasis-62"> </italic> terhadap kepuasan kerja, sehingga H6 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian oleh Kusuma, dkk (2015) menemukan adanya pengaruh tidak langsung antara kompensasi terhadap kepuasan kerja melalui motivasi kerja. Temuan penelitian dari Sukidi dan Wajdi (2016) menunjukkan bahwa pemberian kompensasi yang layak merupakan alat fundamental untuk memberikan kepuasan kerja karyawan. Temuan penelitian ini juga sejalan dengan temuan penelitian dari Gupta (2014) bahwa perusahaan dapat meningkatkan gaji dan kompensasi untuk memotivasi karyawan, kompensasi yang baik dan layak dapat menjadi salah satu factor kunci yang memengaruhi kepuasan kerja karyawan.  </p>
        <p id="p-9ec8b4d30085">Adapun nilai <italic id="emphasis-63">p-value </italic> pada pengaruh tidak langsung kepemimpinan transformasional<italic id="emphasis-64"> </italic> terhadap kepuasan kerja melalui motivasi kerja sebesar &lt; 0.001. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi kerja dapat memberikan peran mediasi pada pengaruh kepemimpinan transformasional<italic id="emphasis-65"> </italic> terhadap kepuasan kerja, dengan demikian H7 diterima. Hasil penelitian ini mendukung temuan penelitian Taghipour dan Dejban (2013) yang menemukan adanya pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja melalui motivasi kerja. Hal ini menegaskan bahwa motivasi kerja mampu memperkuat kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja karyawan pada Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-72a254d5543a">Kesimpulan</title>
      <p id="p-46e49520e163"> Hasil temuan penelitian ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa kompensasi dan kepemimpinan transformasional merupakan alat fundamental yang mendasari Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan untuk meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja karyawan. Pemberian kompensasi yang layak dan penerapan gaya kepemimpinan transformasional berperan penting untuk meningkatkan kepuasan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja. Motivasi kerja yang baik mampu membangkitkan rasa puas karyawan dalam bekerja. Selain itu, motivasi kerja ditentukan sebagai mediasi sebagian atas pengaruh kompensasi dan kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja, yang artinya meskipun tanpa adanya motivasi kerja, praktik kompensasi dan kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan kepuasan kerja secara langsung, namun dengan adanya motivasi kerja akan semakin memperbesar peningkatan rasa puas karyawan kepada perusahaan.  </p>
      <p id="p-4fcd0c9bb9c7">Beberapa saran praktis direkomendasikan untuk Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) berdasarkan hasil temuan penelitian, yakni: pemberian tunjangan dan motivasi inspirasional dari pimpinan adalah factor penting yang harus diperhatikan oleh pimpinan RSML untuk memperkuat kompensasi dan kepemimpinan transformasional, sehingga mampu meningkatkan gairah kerja karyawan, dan pada akhirnya mampu meningkatkan rasa puas dalam bekerja. Peneliti selanjutnya disarankan agar menambah indikator kompensasi agar hasil penelitian yang dilakukan lebih komprehensif. Sebaiknya obyek penelitian berikutnya lebih diperluas di sektor industri manufaktur agar dapat mengambil kesimpulan lebih luas (generalisasi).</p>
      <p id="p-92a064390170"/>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <app-group>
      <app>
        <title>Referensi</title>
        <list list-type="order">
          <list-item id="li-e3237d4c2e77">
            <p>Adhikari, Ram Kumar,.  Kindu, Mengistie,. Pokharel, Raju,.  Castro , Luz Maria,. Knoke, Thomas: Financial compensation for biodiversity conservation in Ba BeNational Park of Northern Vietnam. Journal <italic id="e-5b64374959fc">for Nature Conservation</italic>. (35). 92–100. (2017). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-2014d9441bfd">
            <p>Al Rizal, M. Hanif dan Ratnawati, Intan: Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada Rumah Sakit Panti Wilasa “Citarum” Kota Semarang). Jurnal Manajemen Diponegoro Volume 1. (2012).</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-6477cb584c4d">
            <p>Armstrong, M.,: <italic id="e-682641690cea">Armstrong’s Handbook of Human Resource Management</italic> <italic id="e-99ccbe7c1852">Practice</italic>, Kogan Page Publishers, London. (2012).</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-a0fa1cddc537">
            <p> ang, Hyejin., Ross, Stephen., Reio, Thomas G Jr: From motivation to organizational Commitment of Volunteers in Non-Profit Sport Organizations. Journal of Management Development. Vol. 32 (1). 96 -112. (2012). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-2f15e38491fd">
            <p>Chu Lin, Hsuan., Liang, Shao-Huai., Chiu, She-Chih., Chen, Chieh-Yuan.: "Leverage and employee compensation: the perspective of human capital", <italic id="e-54af024fe48c">International Journal of Managerial Finance.</italic> Vol. 15 (1). 62-78. (2019).</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-8e4248504ec5">
            <p>D.A. Aga , N. Noorderhaven &amp; B. Vallejo.: Transformational Leadershipand Project Success: the Mediating Role of Team-Building<italic id="e-9f49b722f5eb">. Addis Ababa, Ethiopia: Ethiopian Civil Service University</italic>. (34), 806 -818. (2016). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-f000bf2f092b">
            <p>Demircioglu, Mehmet Akif,. Chen, Chung-An,: Public employees' use of social media: Its impact on need satisfaction and intrinsic work motivation. Government Information Quarterly. (2018).  </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-3f63d9da4478">
            <p>Dou, Lei,.  Yin, Ai-Tian, Mo Hao,. Lu, Jun.: An evaluation system for financial compensation in traditionalChinese medicine services. Complementary Therapies in Medicine. (23). 637–643. (2015)</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-f00967e1e9bc">
            <p>García, Gustavo A., Miranda, Diego René Gonzales., Gallo, Oscar, Calderon, Juan Pablo Roman.: Employee Involvement and Job Satisfaction: a Tale of the Millennial Generation. <italic id="e-09c7ca5dfa10">Employee Relations</italic>. Vol. 40 (5). (2018). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-a5fa1748193c">
            <p>Gennaro, Davide de.: Transformational Leadership for Public Service Motivation". <italic id="e-44bc80335366">Journal of Economic and Administrative Sciences. </italic> Vol. 34(1). (2018). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-86c3c47242d0">
            <p>Ghozali, I dan Latan, H.: <italic id="e-4001937da728">Partial Least Squares: Konsep, Teknik dan Aplikasi</italic> <italic id="e-159b1b03c0e2">Menggunakan SmartPLS 3.0, Edisi 2</italic>. Universitas Diponegoro. (2015). <bold id="s-f69b770f0fbc"> </bold></p>
          </list-item>
          <list-item id="li-b66cf432dee5">
            <p>Gupta, M.: Employees’ Satisfaction Towards Monetary Compensation Practices. <italic id="e-0d18aca51769">Global Journal of Finance and Management, </italic> 6 (8). 757 – 764. (2014).  </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-13959f993c43">
            <p>Hayati, Keumala., Caniago, Indra.: Islamic Work Ethic: The Role of Intrinsic Motivation, Job Satisfaction, Organizational Commitment and Job Performance. Social and Behavioral Sciences. (65). 272 – 277. (2012). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-34ddc00ac15b">
            <p>Ilyina, Larisa A.: Strategy and mechanisms of motivation and compensation in the organizations of oil and gas industry. <italic id="e-c03d687381a0">Procedia Economics and Finance</italic>. (5).  346 – 354. (2013).<bold id="s-cedb7bf18f2f"> </bold></p>
          </list-item>
          <list-item id="li-f91fedb55701">
            <p>Kemenkes RI.: <italic id="e-2816be0bffb5">Data Rumah Sakit di Indonesia</italic>. Jakarta : Kemenkes RI. (2018). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-8b3b0a451b8a">
            <p>Khan, I. et.al. 2012. Impact of Brand Related Attributes on Purchase Intention of Customers. A Study About the Customers of Punjab, Pakistan. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in Business.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-e52ed6cb300c">
            <p>Kusuma, Y.B., Swasto, B., dan Al Musadieq, M.: Pengaruh Kompensasi terhadap Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, dan Kinerja Karyawan (Studi pada Karyawan Tetap PT. otsuka Indonesia di Lawang, Malang). <italic id="e-7f51b9974034">E-journal Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijya, </italic> 9 (1). 43 – 56. (2015). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-9a67cd646cb6">
            <p>Munevver, Olcum Cetin F. Sehkar Fayda Kinik.: An Analysis Of Academic Leadership Behavior From The Perspective Of Transformational Leadership. <italic id="e-42505a302f2e">Turkey:Bistanbul Technical University. (2017), 519-527</italic>. (2015). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-7664d7a5f3de">
            <p> Pang, Kelvin., Shan Lu, Chin.: Organizational Motivtion, employee job Satisfaction and Organizational Performance: An Empirical Study of Container Shipping Companies in Taiwan. <italic id="e-e42399ac85a2">Maritime Business Review. </italic> Vol 3(1). 36 – 52. (2018). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-8276faadc321">
            <p>Puni, A., Mohammed, I., dan Asamoah, E.: Transformational Leadership and Job Satisfaction: The Moderating Effect of Contingent Reward. <italic id="e-4f8fd40da84d">Leadership &amp; Organiation Development Journal, </italic> 1 – 17. (2018) </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-fb05e9f5d069">
            <p>Ritawati, A.: Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan PT. Jamsostek Cabang Surabaya. <italic id="e-5344c34d4395">Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen, </italic> 9 (1). 82 – 93. (2013). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-49e4712d175a">
            <p>Sekaran, Uma.: <italic id="e-b6a37ad60976">Research Methods for business Edisi I and 2</italic>. Jakarta: Salemba Empat. (2011). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-e12a7c6bcf1e">
            <p>Sinambela, Lijan.: Kinerja Pegawai: <italic id="e-410e731ff557">Teori, Pengukuran dan Implikasi</italic>. Yogyakarta: Graha Ilmu. (2012). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-2795754dedf6">
            <p>Sugiyono.: <italic id="e-fb9ecd6cb715">Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&amp;D</italic>. Bandung: Afabeta. (2011). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-7800b6931932">
            <p>Sukidi dan Wajdi, F.: Pengaruh Motivasi, Kompensasi, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening. <italic id="e-bcfb56415492">Jurnal Ekonomi Manajemen Sumber Daya, </italic> 18 (2). 79 – 91. (2016). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-72e2055f0e3e">
            <p>Suryanto. 2011. Peranan pola hidup sehat terhadap kebugaran jasmani. Artikel Penelitian. Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY, Yogyakarta. </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-73f13e12be2e">
            <p> Suttikun, Chompoonut,. Chang, Hyo Jung,. Bicksler, Hamilton. 2018. A qualitative exploration of day spa therapists' work motivations and job satisfaction. Journal of Hospitality and Tourism Management. (34).  1-10. </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-3e25f3e064c2">
            <p>Taghipour, Azin,. Dejban, Reihane.: Job Performance: Mediate Mechanism of Work Motivation. Social and Behavioral Sciences. (84). 1601 – 1605. (2013). </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-64e0a4811387">
            <p>Yang, Junqing., Chen, Hong.: Can Rewards Incentives of Non-State-Owned Enterprises Realize Co-Win Cooperation of Workers, Enterprises and the Society?: From the Perspective of Labor Productivity, Profit and Labor Absorption. <italic id="e-699eca8931df">Nankai Business Review International. </italic> Vol. 9(3).(2018).</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="paragraph-ad850c9cdb49"> </p>
      </app>
    </app-group>
  </back>
</article>
