<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d1 20130915//EN" "JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <journal-meta id="journal-meta-1">
      <journal-id journal-id-type="nlm-ta">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="publisher-id">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="journal_submission_guidelines">http://ojs.umsida.ac.id/index.php/rechtsidee/about/submissions#authorGuidelines</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>UMSIDA Article Template 2 (Indonesian)</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn publication-format="print"/>
    </journal-meta>
    <article-meta id="article-meta-1">
      <article-id pub-id-type="publisher-id">1</article-id>
      <article-id pub-id-type="doi">http://doi.org/10.21070/jbmp.v6i1.445</article-id>
      <article-categories>
        <subj-group>
          <subject>JBMP</subject>
        </subj-group>
      </article-categories>
      <title-group>
        <article-title id="at-cde10a25b185"><bold id="strong-1">Intervensi Komitmen Organisasional Pada Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap <italic id="emphasis-1">Organizational Citizenship Behavior (OCB)</italic></bold><bold id="strong-2">(Studi Dalam Setting Organisasi Kemahasiswaan)</bold> </article-title>
        <alt-title alt-title-type="right-running-head">Jurnal Bisnis dan Perbankan UMSIDA</alt-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-1b14aa7ce54a">
            <surname>Kurnia Puji Rahayu</surname>
            <given-names>Meika</given-names>
          </name>
          <email>meika_kurnia@umy.ac.id</email>
          <xref id="x-6c586956b036" rid="a-7a63208b2ee9" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-d4635bb02759">
            <surname>Ani Qurdiana</surname>
            <given-names>Septi</given-names>
          </name>
          <email>sptianiq@gmail.com</email>
          <xref id="x-21e9c8aa9892" rid="a-7a63208b2ee9" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <aff id="a-7a63208b2ee9">
          <institution>Prodi Manajemen, FEB, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta</institution>
        </aff>
      </contrib-group>
      <volume>6</volume>
      <fpage>76</fpage>
      <permissions>
        <copyright-year>2020</copyright-year>
      </permissions>
      <abstract id="abstract-dd75c0f467f1">
        <title id="abstract-title-385aea7e9822">Abstract</title>
        <p id="paragraph-1dd98a4a0eac"> <italic id="e-25677b2d2a0d">This research aims to analyze the role of organizational commitment in intervening the influence of job satisfaction toward organizational citizenship behavior (OCB), particularly in student organizational setting. Research subject is member of Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAMA), a student organization in the Dapertment of Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sample was determined through purposive sampling, yielded 102 respondents. Data was collected using questionnaires, and then analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software. The research findings confirm that organizational commitment acts as intervening variable on the influence of job satisfaction toward OCB.</italic></p>
      </abstract>
      <abstract id="abstract-77c9c3ff8fb1">
        <title id="abstract-title-ff9a2601f862">Abstract</title>
        <p id="paragraph-ecee52ac51a6">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komitmen organisasi dalam mengintervensi pengaruh kepuasan kerja terhadap perilaku warga organisasi (OCB), khususnya dalam pengaturan organisasi siswa. Subjek penelitian adalah anggota Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAMA), organisasi kemahasiswaan di Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sampel ditentukan melalui purposive sampling, menghasilkan 102 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, dan kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak AMOS. Temuan penelitian mengkonfirmasi bahwa komitmen organisasi bertindak sebagai variabel intervening pada pengaruh kepuasan kerja terhadap OCB.</p>
      </abstract>
      <kwd-group id="kwd-group-1">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>job satisfaction</kwd>
        <kwd>organizational commitment</kwd>
        <kwd>Organizational Citizenship Behavior (OCB)</kwd>
        <kwd>intervening</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec>
      <title id="t-4024f3d17409">Pendahuluan</title>
      <p id="p-edb7c1c01865"> Sumber Daya Manusia (SDM) diyakini menjadi kunci sukses perubahan organisasi. Partisipasi yang disertai kemauan dan kemampuan dari masing-masing individu karyawan atau anggota organisasi sangat dibutuhkan untuk keberhasilan perubahan organisasi dalam mencapai tujuannya.</p>
      <p id="paragraph-2">Namun, dukungan SDM pada pencapaian tujuan organsiasi tidak hanya diberikan dengan cara berkontribusi dan mampu menjalankan semua tugas-tugas yang diberikan organisasi dengan baik. Lebih dari itu, organisasi juga memerlukan kemauan individu berinisiatif dan mau melakukan pekerjaan-pekerjaan di luar tanggung jawab yang diamanatkan organisasi pada dirinya.</p>
      <p id="paragraph-3">Menurut Aldag dan Resckhe (1997), kontribusi individu yang melebihi tuntutan peran di tempat kerja disebut dengan <italic id="e-1a809460a6b1">Organizational Citizenship Behaviour </italic> (OCB). Perilaku ini mencakup perilaku seperti membantu orang lain, menjadi sukarelawan untuk kegiatan di luar pekerjaan, dan menegakkan aturan dan prosedur di tempat kerja terlepas dari ketidaknyamanan pribadi tanpa adanya permintaan <italic id="emphasis-2">reward </italic> secara formal dari organisasi. OCB diperlukan oleh organisasi karena meningkatkan efektifitas organisasi, terutama dalam membangun aspek-aspek sosial dalam organisasi, seperti komunikasi antar individu dan kesolidan tim atau unit kerja (departemen).</p>
      <p id="paragraph-4">Topik OCB telah mendapat banyak perhatian dalam literatur, dibuktikan dengan banyaknya penelitian mengenai topik ini dengan latar belakang atau setting perusahaan (organisasi berorientasi laba). Namun, tidak banyak (atau bahkan belum ditemukan) penelitian mengenai OCB dalam setting organisasi kemahasiswaan. Padahal, dalam lingkup organisasi kemahasiswaan, organisasi yang tentu saja tidak berorientasi laba dan kebanyakan memiliki sumberdaya (orang dan uang) yang terbatas, perilaku ekstra atau OCB ini sangat diperlukan demi terlaksananya program-progam kerja dan etrcapainya tujuan organisasi. Untuk itu, peneliti memandang bahwa penelitian tentang OCB dalam konteks organisasi kemahasiswaan adalah penting untuk dilakukan.</p>
      <p id="paragraph-7">Salah satu faktor yang sering disoroti sebagai variabel yang memiliki pengaruh signifikan pada terciptanya OCB adalah kepuasan kerja (Dewi &amp; Suwandana, 2016; Hapsari, 2015; Sambung, 2011). Namun, konsep tersebut dibantah oleh Lestariningtias (2016), yang menemukan bukti bahwa kepuasan kerja tidak berpengaruh langsung terhadap OCB. Dalam hal ini, hasil penelitian Lestariningtias (2016) menunjukkan adanya intervensi dari faktor lain, yaitu komitmen organisasional. Kesenjangan yang teridentifikasi dalam penelitian ini adalah kepuasan kerja belum meyakinkan dalam mempengaruhi OCB, apakah berpengaruh langsung ataukah harus diintervensi oleh faktor lain. Tujuan dari penelitian adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap OCB dan peran komitmen organisasional dalam pengaruh tersebut.</p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-3182c08a56ae">Kajian Literatur</title>
      <sec>
        <title id="t-51c0c83155cb">Organization Citizenship Behavior (OCB)</title>
        <p id="paragraph-1">Menurut Organ (1988:4) OCB merupakan perilaku individu yang bersifat diskresioner, tidak secara langsung atau eksplisit diakui oleh sistem penghargaan formal, dan dalam lingkup yang lebih besar dapat meningkatkan efektifitas organisasi. Artinya, apabila anggota organisasi melakukan tindakan tersebut (di lua deskripsi pekerjaannya), maka dia mungkin menerima atau tidak menerima penghargaan. Sebaliknya, jika ia tidak melakukan tindakan, maka tidak akan ada hukuman dari organisasi karena perilaku OCB tidak termasuk dalam bagian dari deskripsi tugas formalnya. OCB terdiri dari 5 dimensi yaitu:</p>
        <list list-type="order">
          <list-item id="list-item-1">
            <p> Altruism: perilaku seseorang yang membantu rekan anggota organisasi dalam menyelesaikan tugasnya.</p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-2">
            <p>Courtesy</p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-3">
            <p>Civic Virtue</p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-4">
            <p>Conscientiousness: </p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-5">
            <p>Sportmanship</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-b0d937838316">Kepuasan Kerja</title>
        <p id="p-9cc46809b132">Kepuasan kerja adalah suatu sikap atau cara yang dimiliki dan ditunjukkan oleh seseorang mengenai tugas dari organisasinya (Vroom, 1964). Weiss, <italic id="e-3f4a208046d0">et al. </italic> (1967, dalam Rikantika, 2016) menyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan perbandingan yang dilakukan oleh anggota organisasi untuk mencapai serta memelihara kesesuaian antara kondisi internal dan eksternal. Menurut Spector (1997) kepuasan kerja di definisikan sebagai salah satu perasaan yang ditunjukkan seseorang atas tugas yang telah ia kerjakan atau suatu tingkatan emosi dan refleksi dari dalam diri yang bersifat positif dan menumbuhkan perasaan menyenangkan bagi seseorang. Konsep yang sama juga dismapaikan oleh Robbins dan Judge (2017) yang menyatakan bahwa kepuasan kerja sebagai suatu perasaan positif tentang tugas dari seseorang, dimana hal itu merupakan cerminan hasil dari sebuah evaluasi karakteristik pekerjaannya. Seorang anggota organisasi yang memiliki tingkat kepuasan kerja tinggi ditunjukkan dengan perasaan- perasaan positif tentang apa yang dikerjakannya, sementara seorang aggota organisasi yang memiliki tingkat kepuasan kerja rendah, cenderung akan memiliki perasaan- perasaan negatif tentang apa yang dikerjakannya.</p>
        <p id="paragraph-5">Menurut Robbins dan Judge (2017) kepuasan kerja memiliki 5 dimensi, meliputi:</p>
        <list list-type="order">
          <list-item id="list-item-6">
            <p>Job it Self </p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-7">
            <p>Supervision </p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-8">
            <p>Pay </p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-9">
            <p>Kesempatan Promosi, hal ini dimaksudkan bahwa kesempatan promosi yang baik akan memberikan dampak yang positif terhadap organisasi.</p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-10">
            <p>Rekan Kerja, hal ini dimasudkan bahwa rekan kerja yang baik akan membuat seseoang merasa nyaman dalam bekerja.</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-d187764d978f"> Komitmen Organisasional</title>
        <p id="paragraph-6">Allen dan Meyer (1990) menyatakan bahwa komitmen organisasional adalah ruang lingkup yang mengidentifikasi keterlibatan, dan loyalitas yang diekspresikan oleh seorang terhadap tugasnya, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi merupakan suatu sikap yang ditunjukkan oleh seseorang atau individu terhadap lingkungan organisasinya dengan rasa sikap kesetian dan loyal, sehingga mereka tidak ingin meninggalkan organisasinya dalam keadaan dan alasan apapun. Porter, Steers dan Boulian (1973) mengemukakan bahwa komitmen organisasional didefinisikan sebagai bentuk kekuatan dalam mengidentifikasi keterlibatan individu dalam suatu organisasi.</p>
        <p id="p-e71209ea9d66">Allen dan Meyer (1991) menjelaskan bahwa komitmen organisasional terdiri dari tiga komponen yaitu:</p>
        <list list-type="order">
          <list-item id="list-item-11">
            <p>Komitmen afektif (Affective Commitment) merupakan perasaan emosional dan keyakinan akan nilai-nilai pada organisasi.</p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-12">
            <p>Komitmen berkelanjutan (Continuance Commitment) komitmen yang terjadi apabila seorang anggota merasa bahwa ketika meninggalkan organisasi akan mengakibatkan sebuah keburukan.</p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-13">
            <p>Komitmen normatif (Normative Commitment) adalah kewajiban untuk bertahan dalam organisasi untuk alasan moral atau etis.</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-baad4e1852a3">Pengaruh Kepuasaan Kerja terhadap Organization Citizenship Behavior (OCB)</title>
        <p id="paragraph-8">Merujuk pada konsep Robbins dan Judge (2017), kepuasan kerja merupakan suatu perasaan positif tentang tugas dari seseorang dan hal itu merupakan cerminan hasil dari sebuah evaluasi karakteristik pekerjaannya. Konsekuensi dari kepuasan kerja salah satunya anggota organisasi akan melakukan tugas yang melebihi dari tugas pokok yang diberikan oleh organisasi. Dengan kata lain, semakin meningkat kepuasan kerja anggota organisasi maka akan berpengaruh positif bagi OCB. Kondisi ini telah dibuktikan oleh peneliti-peneliti sebelumnya yang menguji pengaruh kepausan kerja terhadap OCB dengan hasil pengaruhnya postif dan signifikan (Hapsari, 2015; Sambung, 2011; Siregar &amp; Pasetio, 2015).</p>
        <p id="paragraph-12">Berdasarkan hasil penelitian-penelitian sebelumnya, maka peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut:</p>
        <sec>
          <title id="t-1b73031b30f0">H1: Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap OCB.</title>
          <sec>
            <title id="t-b08ffe90bbb5">
              <bold id="strong-4">Komitmen Organisasional Mengintervensi Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB)</bold>
            </title>
            <p id="p-6ee14c88e65b">Komitmen organisasional merupakan salah satu keadaan dimana seorang anggota organisasi memiliki kesetiaan terhadap suatu organisasi. Komitmen organisasional muncul ditandai dengan kepuasan dari seseorang. Anggota organisasi yang cenderung puas terhadap organisasi akan berkomitmen tinggi, sehingga memicu tumbuhnya perilaku OCB (Bodroastuti &amp; Ruliaji, 2016; Prabowo &amp; Djastuti, 2014; Putrana, dkk, 2016). Semakin meningkatnya kepuasan kerja, maka akan meningkat pula komitmen organisasional (mengintervensi) yang kemudian sikap ini akan meningkatkan OCB dalam diri masing-masing anggota organisasi.</p>
            <p id="paragraph-18">Berdasarkan hasil penelitian-penelitian tersebut, peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut:</p>
          </sec>
        </sec>
        <sec>
          <title id="t-7514bfb3fff0">H2: Komitmen organisasi mengintervensi pengaruh kepuasan terhadap OCB</title>
          <p id="t-7c6a843d724e">Berdasarkan rumusan hipotesis di atas, maka dapat disusun model penelitian sebagai berikut:</p>
          <fig id="f-872c91a32b9e" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 1 </label>
            <caption id="c-4893a77ffe0a">
              <title id="t-625def26ebce">Model Penelitian</title>
            </caption>
            <graphic id="g-01314bacb290" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/80e194b5-6d7e-406f-bb2f-aee31cdaea46/image/f952862a-7d99-4e20-a504-b173dcb7dcd9-uuntitled-1ui.png"/>
          </fig>
        </sec>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-ca162adae73f">Metode Penelitian</title>
      <p id="t-4065caafd560">Penelitian ini mengambil objek Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dengan subjek penelitiannya anggota HIMAMA FEB UMY. Populasi penelitian ini yaitu anggota HIMAMA FEB UMY periode 2017-2018. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah n<italic id="e-79cb9deb0d73">on-probability sampling </italic> khususnya <italic id="e-e4b49e27829f">purposive sampling, </italic>yaitu teknik pengambilan sampel secara sengaja, dengan pertimbangan tertentu. Data terkumpul</p>
      <p id="p-57b3e0229933"> </p>
      <p id="clipboard_property"> </p>
      <p id="p-f88656980432">merupakan data primer yang diperoleh dengan cara mendistribusikan kuesioner secara online melalui <italic id="emphasis-3">google form</italic>. Respon yang diperoleh sebanyak 102 responden.</p>
      <p id="p-610f0f575e95">Kepuasan kerja diukur dengan mengadopsi konsep yang dtawarkan oleh Weiss, <italic id="emphasis-4">et al </italic> (1967) dan telah dikembangkan menjadi Minesota Satisfaction Questionaires (MSQ). Alat ukur ini mengukur kepuasan kerja melalui 20 indikator, diantaranya adalah: <italic id="emphasis-5">ability utilization; achievement; activity; advancement; authority; company polices; compensation; co-workers; creativity; independence; security; social service; social status; moral value; recognition; responbility; human resource supervision; technical supervision; variety; working condition.</italic></p>
      <p id="p-1c549c3d97e8">Komitmen organisasional didefinisikan suatu sikap yang ditunjukkan oleh seseorang atau individu terhadap lingkungan organisasinya dengan rasa sikap kesetian dan loyal, sehingga mereka tidak ingin meninggalkan organisasinya dalam keadaan dan alasan apapun Allen Meyer (1990). Ada tiga indikator yang dipakai untuk mengukur komitmen organisasional, yaitu komitmen afektif (<italic id="emphasis-6">Affectif Commitment</italic>); komitmen berkelanjutan (<italic id="emphasis-7">continuance comimitment</italic>), dan komitmen normatif (<italic id="emphasis-8">normative commitment</italic>). Sementara konsep OCB mengadopsi konsep Organ (1989) yang mengukur OCB dari lima dimensi, yaitu <italic id="emphasis-9">Altruism, Courtesy, Civic Virtue, Conscientiousness, dan Sportmanship.</italic></p>
      <p id="p-e7bc2aa58eaf">Sebelum dilakuakn pengambilan data pada responden yang ditargetkan, peneliti melakukan uji kualitas instrumen menggunakan dua macam uji, yaitu uji validitas dan reliabilitas. Berdasarkan hasil uji validitas, semua butir pernyataan dinyatakan valid dengan memenuhi syarat minimum siginifikansi yaitu di bawah 0.05. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai <italic id="emphasis-10">Cronbach alpha </italic> dari masing-masing variabel &gt; 0.70. Artinya kuesioner reliable atau handal untuk digunakan.</p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-f8598e08adea">Analisis Data dan Hasil</title>
      <p id="t-ffd25c92101c">Dari 102 sampel yang didapatkan mayoritas adalah laki-laki sebanyak 55 orang dan perempuan sebesar 47 orang. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif dalam penelitian menunjukkan bahwa rata-rata responden menjawab pernyataan mengenai kepuasan kerja dalam berorganisasi pada kategori tinggi. Pada variabel komitmen organisasional rata-rata responden menjawab pernyataan pada kategori tinggi. Begitu juga pada variabel OCB rata-rata responden menjawab pernyataan pada kategori tinggi.</p>
      <p id="p-e8dbee7ea722">Sesuai dengan model yang dikembangkan pada penelitian ini, maka alat analisis data yang digunakan adalah <italic id="e-507966a80d73">Structural Equotion Modelling </italic> atau SEM yang dioperasikan dengan menggunakan bantuan software AMOS. Setelah data dientri dalam software, maka dilakukan penyusunan diagram jalur (<italic id="e-17a26c940a39">path diagram</italic>) dengan hasil seperti terlihat dalam gambar 2.</p>
      <fig id="f-ed7feb36551e" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 2 </label>
        <caption id="c-96ad4b7c43d3">
          <title id="t-9ed08cae5f93">Diagram Jalur</title>
        </caption>
        <graphic id="g-7357e94b3e17" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/80e194b5-6d7e-406f-bb2f-aee31cdaea46/image/3597df75-b7f5-490e-8c64-2a80f931b043-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-dd8d357eb61c">Sebelum dilakukan pengujian model, peneliti melihat ada tidaknya problem identifikasi dengan cara melihat hasil estimasi. Analisis SEM hanya dapat dilakukan apabila hasil identifikasi model menunjukan bahwa model termasuk dalam kategori <italic id="e-3ef3e609417a">over-identified</italic>. Identifikasi ini dilakukan dengan melihat nilai df dari model yang dibuat.</p>
      <table-wrap id="tw-3769b97777f1" orientation="portrait">
        <label>Table 1</label>
        <caption id="c-1f662fd2d6c3">
          <title id="t-43cefa3e04e5">Computation ofdegrees of freedom (Default model)</title>
        </caption>
        <table id="table-1" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="table-section-1">
            <tr id="table-row-1">
              <td id="table-cell-1" align="left">Number of distinct sample moments:</td>
              <td id="table-cell-2" align="left">1326</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2">
              <td id="table-cell-3" align="left">Number of distinct parameters to be estimated:</td>
              <td id="table-cell-4" align="left">107</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3">
              <td id="table-cell-5" align="left">Degrees of freedom (1326 - 107):</td>
              <td id="table-cell-6" align="left">1219</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="p-de033c05749f">Hasil output AMOS menunjukan nilai df model sebesar 1219. Hal ini menunjukkan bahwa model di atas termasuk kategori <italic id="e-96841127d635">over confident </italic> karena memiliki nilai df yang positif dengan jumlah yang besar. Oleh karena itu analisa data dapat di lanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu Evaluasi Model Struktural. Evalausi ini dilakukan dengan cara menguji normalitas dari data. Dalam output AMOS, uji normalitas dilakukan dengan membandingkan nilai CR (<italic id="e-d4568b8dbd4c">critical ratio</italic>) pada <italic id="e-391f6676e509">assessment of normality </italic> dengan kritis ± 2,</p>
      <p id="p-165ba0bc408b">58 pada level 0, 01. Berdasarkan pengujian normalitas yang telah dilaksanakan disimpulkan bahwa data tidak terdistribusi secara normal sehingga dilakukan transformasi data. Menurut Ghozali (2017), salah satu strategi untuk mengatasi data tidak normal secara <italic id="e-a080d3525ade">multivariate </italic> adalah dengan melalui <italic id="e-f0100cbc7de9">bootstrapping</italic>.</p>
      <table-wrap id="tw-d73bec279dcc" orientation="portrait">
        <label>Table 2</label>
        <caption id="c-aa8cee71e477">
          <title id="t-a1a8d5c9ba96">
            <bold id="s-e79a9d4d2e70">Perhitungan Bollen-Stine Bootsrap</bold>
          </title>
        </caption>
        <table id="t-85c264286d1b" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="ts-05faca0e42f8">
            <tr id="tr-fd447740f00b">
              <td id="tc-32cb284b2dde" colspan="2" align="left">Bollen-Stine Bootstrap</td>
            </tr>
            <tr id="tr-c7b57bfab241">
              <td id="tc-41e73b629a5b" align="left">The model fit better</td>
              <td id="tc-af29c80e5f70" align="left">199 bootstrap samples</td>
            </tr>
            <tr id="tr-5234d5cb2f6c">
              <td id="tc-da07704fea4a" align="left">It fit about equally well</td>
              <td id="tc-42e0be46de32" align="left">0 bootstrap samples</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4">
              <td id="tc-edcff43781ac" align="left">It fit worsw or failed to fit in</td>
              <td id="table-cell-7" align="left">301 bootstrap samples</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5">
              <td id="table-cell-8" align="left">Bollen-Stine Bootstrap</td>
              <td id="table-cell-9" align="left">p= .603</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-16">Hasil <italic id="e-a83560e220a5">bootstrapping </italic> menunjukkan nilai <italic id="e-0f32ddbde86d">Bollen-Stine bootsrap </italic> p sebesar 0,603 atau di atas 0, 05 yang artinya data tidak bermasalah sehingga dapat dilakukan analisis selanjutnya.</p>
      <p id="paragraph-17">Evaluasi terhadap multivariate outliers dapat dilihat melalui output AMOS <bold id="strong-3">Mahalanobis Distance</bold>. Berdasarkan identifikasi outlier menunjukkan perhitungan batas akhir <italic id="e-437e4ef1300c">outlier </italic> menggunakan CHIINV dengan memasukkan probabilits 0.001 dan <italic id="e-f660ec2933a8">degree of freedom </italic> sejumlah variabel yang terukur adalah 51 item pertanyaan, kemudian melalui program excel pada sub-menu <bold id="s-e25d91040ac6">Insert – Function – CHIINV </bold> masukkan probabilitas dan jumlah variabel terukur sebagai berikut:</p>
      <fig id="f-d1b23aa9b146" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 3 </label>
        <caption id="c-0fa7e01ba413">
          <title id="t-e0510bb47d0b">Hasil perhitungan DegreeOf Freedom</title>
        </caption>
        <graphic id="g-ebcf8a4f308e" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/80e194b5-6d7e-406f-bb2f-aee31cdaea46/image/fa132b78-e40e-4334-9a76-e38ffeec3c1d-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-adcf38c12828">Hasilnya adalah 87.968, artinya <bold id="s-ac60f63cd7ef">semua data/kasus yang lebih besar dari 87.968 merupakan <italic id="e-8f878cad32d5">outliers multivariate</italic></bold>. Dari hasil pengujian menggunakan AMOS dapat dilihat bahwa tidak ada data yang lebih besar dari nilai <bold id="s-729a21504ae0">87.968 </bold> tersebut, sehingga dapat dikatakan bahwa data <bold id="s-1f0c71755b04">tidak ada yang <italic id="e-cc1f7f3eb99d">outliers</italic></bold><italic id="e-6038b89de46f">.</italic></p>
      <p id="p-87e353151e9e"><italic id="e-3d692f367d94"> </italic>Setelah asumsi SEM dilakukan maka langkah berikutnya adalah pengujian dengan menggunakan beberapa indeks kesesuaian untuk mengukur model yang diajukan. Beberapa indeks tersebut yaitu:</p>
      <table-wrap id="tw-be819ec3a414" orientation="portrait">
        <label>Table 3</label>
        <caption id="c-f33ab08a7d71">
          <title id="t-8dcc32fa5849">
            <bold id="s-2f0e2a67a889">Hasil Pengujian Goodness Of Fit Indeks</bold>
          </title>
        </caption>
        <table id="t-5e7af0b2eafb" rules="rows">
          <colgroup>
            <col width="25"/>
            <col width="25"/>
            <col width="25"/>
            <col width="25"/>
          </colgroup>
          <tbody id="ts-660130be49cc">
            <tr id="tr-18f9c2051532">
              <td id="tc-8d6c3eb8acc2" align="left">Goodness of fit index</td>
              <td id="tc-1ece086f903c" align="left">Cut-off value</td>
              <td id="tc-0048c753a7df" align="left">Model Penelitian</td>
              <td id="tc-50b1638f3779" align="left">Model</td>
            </tr>
            <tr id="tr-4ef7a7adce1a">
              <td id="tc-788c47d93fdb" align="left">χ² (Chi-Square)</td>
              <td id="tc-3cf5723588b0" align="left">&lt; 1219</td>
              <td id="tc-39f7b0559051" align="left">1902.541</td>
              <td id="tc-c267ee60b59e" align="left">Tidak Fit</td>
            </tr>
            <tr id="tr-d68b2b5c4a17">
              <td id="tc-e6b0f090234e" align="left">Significant probability</td>
              <td id="table-cell-10" align="left">≥ 0.05</td>
              <td id="table-cell-11" align="left">0,000</td>
              <td id="table-cell-12" align="left">Tidak Fit</td>
            </tr>
            <tr id="tr-d5be3988a496">
              <td id="tc-7bde48f96307" align="left">RMSEA</td>
              <td id="tc-7cf6812b3dbe" align="left">≤ 0.08</td>
              <td id="tc-4dacdbadd831" align="left">0,075</td>
              <td id="tc-32b9e39d91d2" align="left">Fit</td>
            </tr>
            <tr id="tr-74cd8d08b544">
              <td id="tc-7f3296773f13" align="left">GFI</td>
              <td id="tc-f227e055dbdd" align="left">≥ 0.90</td>
              <td id="tc-3b7106d93993" align="left">0,611</td>
              <td id="tc-a427b43cb392" align="left">Tidak Fit</td>
            </tr>
            <tr id="tr-2dff3611732b">
              <td id="tc-7cfed6e3aad3" align="left">AGFI</td>
              <td id="tc-b391b3da11c0" align="left">≥ 0.80</td>
              <td id="tc-416a669143a8" align="left">0,611</td>
              <td id="tc-e0c1cf1dc8c6" align="left">Tidak Fit</td>
            </tr>
            <tr id="tr-47d32ef63bff">
              <td id="tc-69326a2ceddc" align="left">CMIN/DF</td>
              <td id="tc-5d2f6b4c46c0" align="left">≤ 2.0</td>
              <td id="tc-fcf4a497df6f" align="left">1,561</td>
              <td id="tc-5e68af14fec4" align="left">Fit</td>
            </tr>
            <tr id="tr-dcdc18e3db45">
              <td id="tc-d1b131173d9b" align="left">TLI</td>
              <td id="tc-f97a6f4327d5" align="left">≥ 0.90</td>
              <td id="tc-56d449a597d6" align="left">0,723</td>
              <td id="tc-bcdba494475a" align="left">Tidak Fit</td>
            </tr>
            <tr id="tr-f5e00f4afc32">
              <td id="tc-376cd3eae1fe" align="left">CFI</td>
              <td id="tc-fb0028b5a168" align="left">≥ 0.90</td>
              <td id="tc-a37f8f47b915" align="left">0,735</td>
              <td id="tc-662a362f5ff5" align="left">Tidak Fit</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-52">Dengan melihat indeks lainnya yaitu RMSEA dan CMIN/DF yang nilainya telah sesuai dengan standar yang direkomendasikan dapat disimpulkan bahwa model yang dibangun pada penelitian ini adalah baik hal ini didukung dengan pernyataan Ghozali (2017) yang menyatakan bahwa jika ada satu atau dua kriterian <italic id="emphasis-16">goodness of fit </italic> yang telah terpenuhi maka secara keseluruhan model dapat dikatakan baik <italic id="emphasis-17">(good fit)</italic>. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian <italic id="emphasis-18">goodness of fit </italic> pada model yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengujian kelayakan model sudah memenuhi syarat nilai yang telah direkomendasikan.</p>
      <p id="paragraph-53">Uji statistik hasil pengolahan dengan SEM dilakukan dengan melihat tingkat signifikan pengaruh antar variabel yang ditunjukkan dengan melihat <italic id="emphasis-19">critical ratio </italic> (c.r) dan nilai <italic id="emphasis-20">significane probability </italic> masing-masing pengaruh antar variabel. Berikut adala output tabel pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan alat uji AMOS dalam bentuk output <italic id="emphasis-21">Regression Weights </italic> seperti pada tabel berikut:</p>
      <table-wrap id="tw-b32c63c48d06" orientation="portrait">
        <label>Table 4</label>
        <caption id="c-2f4ef141b52a">
          <title id="t-d63ae34667ac">
            <bold id="s-29ec9624b0e6">Hasil Pengujian Hipotesis Pengaruh Langsung</bold>
          </title>
        </caption>
        <table id="t-de826c987d96" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="ts-f6efbf278e1c">
            <tr id="tr-71752501956a">
              <td id="tc-03ab801a27cd" align="left"></td>
              <td id="tc-92e6b6d62d1f" align="left"></td>
              <td id="tc-e8a8276e6a23" align="left"></td>
              <td id="tc-72c752bd5ac4" align="left">Estimate</td>
              <td id="tc-5821404b0fb8" align="left">S.E.</td>
              <td id="tc-09440fd11985" align="left">C.R.</td>
              <td id="tc-2d7a9ccf0b2c" align="left"></td>
              <td id="tc-ab4263bde65c" align="left">Hasil</td>
            </tr>
            <tr id="tr-0239e9ea1526">
              <td id="tc-43097e0ca4f7" align="left">KO</td>
              <td id="tc-983c7e15f9f7" align="left">&lt;---</td>
              <td id="tc-81d35257ccf1" align="left">KK</td>
              <td id="tc-19ff5e286b54" align="left">.762</td>
              <td id="table-cell-13" align="left">.138</td>
              <td id="table-cell-14" align="left">5.508</td>
              <td id="table-cell-15" align="left">***</td>
              <td id="table-cell-16" align="left">Diterima</td>
            </tr>
            <tr id="tr-a9b19c985ee7">
              <td id="table-cell-17" align="left">OCB</td>
              <td id="table-cell-18" align="left">&lt;---</td>
              <td id="table-cell-19" align="left">KO</td>
              <td id="table-cell-20" align="left">.513</td>
              <td id="table-cell-21" align="left">.156</td>
              <td id="table-cell-22" align="left">3.294</td>
              <td id="table-cell-23" align="left">***</td>
              <td id="table-cell-24" align="left">Diterima</td>
            </tr>
            <tr id="tr-dd9f7c72a343">
              <td id="table-cell-25" align="left">OCB</td>
              <td id="table-cell-26" align="left">&lt;---</td>
              <td id="table-cell-27" align="left">KK</td>
              <td id="table-cell-28" align="left">.492</td>
              <td id="table-cell-29" align="left">.150</td>
              <td id="table-cell-30" align="left">3.271</td>
              <td id="table-cell-31" align="left">.001</td>
              <td id="table-cell-32" align="left">Diterima</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-32">Dari pengolahan data diketahui bahwa nilai CR ada pengaruh dengan menunjukkan nilai <bold id="strong-6">di atas 1,96 </bold> untuk CR. Serta <bold id="strong-7">di bawah 0,05 </bold> untuk nilai P (Ghozali, 2017). Hasil analisis data juga menunjukkan adanya pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap OCB yang ditunjukkan oleh nilai probabilitas di bawah 0,05 yaitu 0,032. Sedangkan, untuk hasil pengujian hipotesis secara tidak langsung dapat dilihat pada tabel berikut:</p>
      <table-wrap id="tw-cce3e8c63bd6" orientation="portrait">
        <label>Table 5</label>
        <caption id="c-c0459ce5d6ff">
          <title id="t-964f85be190f">
            <bold id="strong-8">Hasil Pengujian Standar Langsung</bold>
          </title>
        </caption>
        <table id="table-2" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="table-section-2">
            <tr id="tr-3b22c711b7c6">
              <td id="table-cell-33" align="left">Standardized Direct Effects</td>
              <td id="table-cell-34" align="left">KK</td>
              <td id="table-cell-35" align="left">KO</td>
              <td id="table-cell-36" align="left">OCBO</td>
              <td id="table-cell-37" align="left">OCBI</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6">
              <td id="table-cell-38" align="left">KO</td>
              <td id="table-cell-39" align="left">.806</td>
              <td id="table-cell-40" align="left">.000</td>
              <td id="table-cell-41" align="left">.000</td>
              <td id="table-cell-42" align="left">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7">
              <td id="table-cell-43" align="left">OCB</td>
              <td id="table-cell-44" align="left">.487</td>
              <td id="table-cell-45" align="left">.480</td>
              <td id="table-cell-46" align="left">.000</td>
              <td id="table-cell-47" align="left">.000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <table-wrap id="tw-3a8212619c3b" orientation="portrait">
        <label>Table 6</label>
        <caption id="c-fbe764ca6c5c">
          <title id="t-9aacbdcab3e2"> <bold id="s-6ad3164b48ec">Hasil Pengujian Standar Tidak Langsung</bold></title>
        </caption>
        <table id="t-91826a31f56d" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="ts-6c472ea509e4">
            <tr id="tr-a90a28cf041f">
              <td id="tc-2fb60c600118" align="left">Standardized Indirect Effects</td>
              <td id="tc-b7f86343e18b" align="left">KK</td>
              <td id="tc-8ad35351b3c8" align="left">KO</td>
              <td id="tc-4a47b4999ff9" align="left">OCBO</td>
              <td id="tc-692bc3699b82" align="left">OCBI</td>
            </tr>
            <tr id="tr-4b64b6acc55e">
              <td id="tc-0698dbf5737c" align="left">KO</td>
              <td id="tc-0b84b411ae4c" align="left">.000</td>
              <td id="tc-fb581cfcb37a" align="left">.000</td>
              <td id="tc-1105d92eb37a" align="left">.000</td>
              <td id="tc-f0521dd1e19f" align="left">.000</td>
            </tr>
            <tr id="tr-760ff28ac7b0">
              <td id="tc-e45bff2e2bd8" align="left">OCBO</td>
              <td id="tc-612967fa286b" align="left">.387</td>
              <td id="tc-31d63d38b2ca" align="left">.000</td>
              <td id="tc-bd98f457cb73" align="left">.000</td>
              <td id="tc-d2d525fb97d1" align="left">.000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="p-4cfedbe0194f">Dari pengolahan data diketahui bahwa nilai <italic id="e-9c3977fe7a6e">Standardized Direct Effects </italic> sebesar 0,487 lebih besar dibandingkan nilai Indirect sebesar 0,387 dengan demikian dapat diintepretasikan bahwa variabel komitmen organisasional tidak mengintervensi pengaruh kepuasan kerja dalam organisasi terhadap OCB</p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-39bc841ca3cf">Kesimpulan</title>
      <p id="p-2164f6bb2303"> Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:</p>
      <list list-type="order">
        <list-item id="li-4b3729e18556">
          <p>Kepuasan Kerja dalam Berorganisasi berpengaruh siginifikan dan positif terhadap OCB. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja yang dimiliki oleh anggota HIMAMA FEB UMY akan memberikan respon yang positif di luar tugas dan kewajibannya yang diberikan oleh organisasi sehingga menimbulkan perilaku OCB. Hal ini didukung oleh penelitian Prabowo dan Djastuti (2014), Bodroastuti dan Ruliaji (2016), serta Putrana (2016) yang menyatakan bahwa adanya pengaruh signifikan dan positif kepuasan kerja terhadap OCB.</p>
        </list-item>
        <list-item id="li-af372889b063">
          <p>Komitmen Organisasional tidak mengintervensi pengaruh Kepuasan Kerja dalam Berorganisasi terhadap OCB. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja dapat berpengaruh langsung terhadap OCB tanpa perlu diintervensi oleh komitmen organisasional.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-f5510b0b999e">Keterbatasan dan Saran</title>
      <p id="t-798d9ade1768">Penelitian ini menggunakan variabel dalam jumlah yang terbatas (yaitu tiga) sehingga hasil yang didapat belum sesuai denagn yang diharapkan. Saran bagi penelitian selanjutnya perlu mengidentifikasi ulang faktor-faktor yang mempengaruhi OCB dengan melibatkan variabel yang lebih banyak.</p>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <app-group>
      <app>
        <title>Referensi</title>
        <list list-type="order">
          <list-item id="li-0e910e66271f">
            <p>Dewi, N. L. P. Y. A., &amp; Suwandana, I. G. M. (2016). Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (Ocb) dengan Komitmen Organisasional sebagai Variabel Mediasi. <italic id="e-f9228944e942">E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana</italic>, <italic id="e-ef26324485e6">5</italic>(9), 5643-5670.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-5d38b3e58a12">
            <p>Ghozali, Imam. (2016) <italic id="e-7208c7401695">Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23. </italic>Badan Penerbit Undip, Semarang.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-be4d676c4d6e">
            <p>Ghozali, Imam. (2017) <italic id="e-cf5c8c690203">Model Persamaan Struktural Konsep dan Aplikasi Dengan Program Amos 22.0 cetakan keempat</italic>. Badan Penerbit Undip, Semarang. </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-1ddd39703fc8">
            <p>Hapsari, S. Y. (2015). Pengaruh Kepuasan Kerja, Motivasi, Nilai Organisasi Terhadap Organizational Citizeship Behavior (OCB) (Studi Kasus Pada RS. Telogorejo Semarang). <italic id="e-c0506a915ec8">Journal of Management</italic>, <italic id="e-9ab5a5a64d9f">1</italic>(1), 1-13.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-2018ab9d32bb">
            <p>Indrayanti, D. P., &amp; Riana, I. G. (2016). Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Turnover Intention Melalui Mediasi Komitmen Organisasional Pada PT. Ciomas Adisatwa di Denpasar. <italic id="e-396979f017e5">E-Jurnal Manajemen Unud</italic>, <italic id="e-9b4195af3344">5</italic>(5), 2727-2755. </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-f02c4e8b7850">
            <p>Lestariningtyas, E. B. (2016). Peran Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening Antara Kepuasan Kerja dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pada Karyawan PT. Coca-Cola Distribution Indonesia, Surabaya. <italic id="e-59592fe80adf">Jurnal Ilmu Manajemen (JIM)</italic>, <italic id="e-c4950b03ccdf">4</italic>(3), 1-14.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-b1b1728bc2e5">
            <p>Meyer, J. P., &amp; Allen, N. J. (1991). A three-component conceptualization of organizational commitment. <italic id="emphasis-11">Human resource management review</italic>, <italic id="emphasis-12">1</italic>(1), 61-89.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-b75c804a86bb">
            <p>Organ, D. W., &amp; Moorman, R. H. (1993). Fairness and organizational citizenship behavior: What are the connections?. <italic id="emphasis-13">Social Justice Research</italic>, <italic id="emphasis-14">6</italic>(1), 5-18.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-1535d213fbbb">
            <p>Organ, D. W., &amp; Ryan, K. (1995). A meta‐analytic review of attitudinal and dispositional  predictors of organizational citizenship behavior. Personnel psychology, 48(4), 775- 802.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-25210849547c">
            <p>Prasetio, A. P., Siregar, S., &amp; Luturlean, B. S. (2015). The effects of job satisfaction and organizational commitment on organizational citizenship behavior. <italic id="emphasis-15">Jurnal Siasat Bisnis</italic>, <italic id="e-a193bdf1a66b">19</italic>(2), 99-108.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-eee464002ba5">
            <p>Puspitawati, N. M. D., &amp; Riana, I. G. (2014). Pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen Organisasional dan kualitas layanan. <italic id="e-f650d14a96dd">Jurnal Manajemen Strategi Bisnis dan Kewirausahaan</italic>, <italic id="e-c226fb2e2fe5">8</italic>(1), 68-80.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-1e26c878df6f">
            <p>Putrana, Y., Fathoni, A., &amp; Warso, M. M. (2016). “Pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap <italic id="e-06067013d481">organizational citizenship behavior </italic> dalam meningkatkan kinerja karyawan pada PT. Gelora Persada Mediatama Semarang”. <italic id="e-63af09f77fe3">Journal of Management</italic>, <italic id="e-1ef540c87835">2</italic>(2), 1-14.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-df88a597ec76">
            <p>Prabowo, A., &amp; Djastuti, I. (2014). <italic id="emphasis-22">Analisis Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Intervening (Studi pada Perawat RSUP Dr. Kariadi, Semarang) </italic> (Doctoral dissertation, Fakultas Ekonomika dan Bisnis).</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-994f28c89541">
            <p>Pradhiptya, A. R. (2018). Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behaviour (Ocb) Dengan Mediasi Komitmen Organisasional. <italic id="emphasis-23">BISMA (Bisnis dan Manajemen)</italic>, <italic id="emphasis-24">6</italic>(1), 50-58. </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-310629e831c0">
            <p>Robbins, S. P &amp; Judge, T. P (2017) <italic id="emphasis-25">Perilaku Organisasi: Organizational Behavior. </italic> Edisi 16. Salemba Empat : Jakarta Selatan.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-76846d9c4c13">
            <p>Sambung, R. (2011). Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap OCB-I Dan OCB-O Dengan Dukungan Organisasi Sebagai Variabel Moderating (Studi pada Universitas Palangka Raya). <italic id="emphasis-26">Jurnal Analisis Manajemen</italic>, <italic id="emphasis-27">5</italic>(2), 77-90.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-f7ed93a98a2c">
            <p>Sari, P. K., &amp; Soliha, E. (2017). Komitmen Organisasinal dan OCB sebagai pemediasi pada pengaruh gaya kepemimpinan transformasional sebagai kinerja pegawai (Studi pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang). <italic id="emphasis-28">Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia</italic>, <italic id="emphasis-29">3</italic>(3), 398-426.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-a86cf0033879">
            <p>Sekaran, U. 2017. <italic id="emphasis-30">Metodologi Penelitian Untuk Bisnis</italic>. Salemba Empat: Jakarta.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-05d5ac70edc3">
            <p>Susilo, P. J., Minarsih, M. M., &amp; Warso, M. M. (2016). Pengaruh Komitmen Afektif, Komitmen Berkelanjutan dan Komitmen Normatif terhadap OCB pada kayawan SPBU 44.502. 12 Semarang. <italic id="emphasis-31">Journal of Management</italic>, <italic id="emphasis-32">2</italic>(2).</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-0cfb25842356">
            <p>Williams, L. J., &amp; Anderson, S. E. (1991). Job satisfaction and organizational commitment as predictors of organizational citizenship and in-role behaviors. <italic id="emphasis-33">Journal of management</italic>, <italic id="emphasis-34">17</italic>(3), 601-617.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-b4b1322070a0">
            <p>Yulianto, N. A. B., Noermijati, N., &amp; Sudiro, A. (2016). Peran Komitmen Organisasional dalam Memediasi Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap OCB Islam (Studi pada BMT Maslahah Sidogiri). <italic id="emphasis-35">Jurnal Aplikasi Manajemen</italic>, <italic id="emphasis-36">14</italic>(4), 747-75</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="p-78ed304aa36f"> </p>
        <p id="p-fa5edf767a94"> </p>
      </app>
    </app-group>
  </back>
</article>
