<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d1 20130915//EN" "JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <journal-meta id="journal-meta-1">
      <journal-id journal-id-type="nlm-ta">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="publisher-id">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="journal_submission_guidelines">http://ojs.umsida.ac.id/index.php/rechtsidee/about/submissions#authorGuidelines</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>UMSIDA Article Template 2 (English)</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn publication-format="print"/>
    </journal-meta>
    <article-meta id="article-meta-1">
      <article-id pub-id-type="publisher-id">2</article-id>
      <article-id pub-id-type="doi">10.21070/jbmp.v6i2.730</article-id>
      <article-categories>
        <subj-group>
          <subject>RESEARCH ARTICLE</subject>
        </subj-group>
      </article-categories>
      <title-group>
        <article-title id="at-779ce6bc9b80">
          <bold id="strong-1">Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Akuisisi (Studi pada </bold>
          <bold id="strong-2">Industri Tambang Batubara Go Public di Indonesia)</bold>
        </article-title>
        <alt-title alt-title-type="right-running-head">Jurnal Bisnis dan Perbankan UMSIDA</alt-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-075be2cbb375">
            <surname>Marta Fiona</surname>
            <given-names>Sri Anggeny</given-names>
          </name>
          <email>Fionamartaf@gmail.com</email>
          <xref id="x-53f3a50bcef8" rid="a-482f1ad90352" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-0adabcd1a300">
            <surname>Mochamad Trenggana</surname>
            <given-names>Arlin Ferlina</given-names>
          </name>
          <email>arlinferlina@telkomuniversity.ac.id</email>
          <xref id="x-8831e50a7820" rid="a-482f1ad90352" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <aff id="a-482f1ad90352">
          <institution>Fakultas Komunikasi &amp; Bisnis, Universitas Telkom</institution>
          <country country="ID">Indonesia</country>
        </aff>
      </contrib-group>
      <volume>6</volume>
      <fpage>66</fpage>
      <permissions>
        <copyright-year>2020</copyright-year>
      </permissions>
      <abstract id="abstract-62f904528815">
        <title id="abstract-title-5960d393cd77">Abstract</title>
        <p id="paragraph-57470894d079">In the last decade the development of coal prices are fluctuating, causing disruption to the company's financial and operational performance, massive layoffs, and the decline in coal stock prices. Seeing this situation, some companies make acquisitions or takeover of company ownership. The purpose of this study is to see how financial performance is compared before and after the acquisition using the Du Pont System, which includes the calculation of Return on Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), Total Assets Turn Over (TATO) , and Financial Leverage Multiplier (FLM). The study was using a comparative descriptive method with a quantitative approach. The object of the research is the coal mining industry went public in Indonesia which made an acquisition in 2016, with a population of 22 companies and sampling based on certain criteria consisting of 2 companies using the Du Pont System analysis in secondary data processing. Based on the analysis, although overall financial performance after acquisition has increased, referring to the results of paired sample t-test showed no significant differences in financial performance before and after the acquisition, because the test results showed a significance value greater than 0.05 so H0 is accepted.</p>
        <p id="p-0e9ec6889291">
          <bold id="s-ca5b84048ef2">Keywords: Comparison of financial performance, ROA, ROE, NPM, TATO, FLM</bold>
        </p>
        <p id="p-203b1b8f51a0"> </p>
      </abstract>
      <abstract id="abstract-3702302b6417">
        <title id="abstract-title-020886ad408c">Abstrak</title>
        <p id="paragraph-b98ffe693f75"> Dalam satu dekade terakhir perkembangan harga batubara terus mengalami fluktuasi, sehingga berdampak buruk bagi para pelaku bisnis, diantaranya terganggunya kinerja keuangan dan operasional perusahaan, terjadi PHK besar-besaran, hingga menurunnya harga saham batubara. Melihat dampak buruk yang terjadi, beberapa perusahaan melakukan akuisisi atau pengambil alihan kepemilikan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana perbandingan kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi dengan menggunakan <italic id="emphasis-1">Du Pont </italic> System, yang mencakup perhitungan <italic id="emphasis-2">Return On Assets </italic> (ROA), <italic id="emphasis-3">Return On Equity</italic> (ROE), <italic id="emphasis-4">Net Profit Margin </italic> (NPM), <italic id="emphasis-5">Total Assets Turn Over</italic> (TATO), dan <italic id="emphasis-6">Financial Leverage Multiplier</italic> (FLM). <bold id="s-3055e86d5a1c"/>Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Objek penelitian adalah industri tambang batubara <italic id="emphasis-7">go public</italic> di Indonesia yang melakukan akuisisi di tahun 2016, dengan populasi 22 perusahaan dan pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu terdiri 2 perusahaan menggunakan analisis <italic id="emphasis-8">Du Pont System</italic> dalam pengolahan data sekunder. <bold id="s-c6ca2efe6d4e"/>Berdasarkan analisis yang dilakukan, meski kinerja keuangan sesudah akuisisi secara keseluruhan mengalami peningkatan, merujuk hasil <italic id="emphasis-9">uji paired sampel t-test</italic> memperlihatkan tidak terdepat perbedaan signifikan pada kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi dilakukan, karena hasil uji test memperlihatkan nilai signifkansi lebih besar dari 0,05 sehingga H0 diterima. </p>
        <p id="clipboard_property"><bold id="strong-4">Kata Kunci : Perbandingan kinerja keuangan, ROA, ROE, NPM, TATO, FLM</bold> </p>
        <p id="p-ebf68690e77b"/>
        <p id="p-058b8af3a675"/>
      </abstract>
      <kwd-group id="kwd-group-1">
        <title>Keywords</title>
        <kwd/>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec>
      <title id="t-b3620be47491">PENDAHULUAN</title>
      <p id="t-b567bd4a5153">Dalam satu dekade terakhir perkembangan harga batubara terus mengalami fluktuasi. Sehingga berdampak buruk bagi para pelaku bisnis. Berbagai dampak yang terjadi diantaranya ialah terganggunya kinerja keuangan dan operasional perusahaan, turunnya nilai ekspor batubara, terjadi PHK besar-besaran, hingga menurunnya harga saham batubara. Melihat dampak buruk yang terjadi, beberapa perusahaan melakukan upaya dalam menyelamatkan industri tambang batubara agar tetap terus berjalan. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan melakukan akuisisi. </p>
      <p id="paragraph-2">Akuisisi merupakan pengambil alihan kepemilikan atau pengendalian atas saham atau aset suatu perusahaan oleh perusahaan lain, dan dalam peristiwa ini baik perusahaan pengambilalihan atau yang diambil alih tetap eksis sebagai badan hukum yang terpisah (Serfiyani dkk, 2017). Tindakan melakukan akuisisi dianggap sebagai solusi terbaik karena dinilai lebih minim risiko dan juga lebih minim biaya bagi sebuah perusahaan (Kamaludin, 2010:131) dalam Hapsari (2016). Di tahun 2016 sendiri, kondisi perekonomian yang lesu berakibat pada maraknya konsolidasi bisnis baik merger maupun akuisisi. Bahkan nilai transaksi merger dan akuisisi di Indonesia di tahun 2016 mengalahkan rekor nilai merger dan akuisisi tahun 2013 yang sekitar US$ 10 miliar. </p>
      <p id="paragraph-3">Beberapa penelitian sebelumnya tentang perbandingan kinerja keuangan perusahaan antara sebelum dan sesudah akuisisi dengan variabel operasional yang sama memperlihatkan hasil yang beragam. Diantarnya Long Hoang Pham (2014) menemukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada <italic id="e-582aeb49cc64">Return </italic><italic id="e-4cf01c997c7e">on Assets </italic>dan <italic id="e-3cf26fc25b20">Net Profit Margin </italic>antara sebelum dan sesudah akuisisi. Neelam Rani dan Surendra (2013) menemukan terdapat perbedaan yang signifikan pada <italic id="e-147c5ebb781f">Return On Assets</italic> antara sebelum dan sesudah akuisisi. Dalam melihat apakah tindakan sebuah akuisisi berhasil atau tidak, dapat dilakukan dengan analisis kinerja keuangan. Apabila posisi keuangan perusahaan pasca akuisisi lebih baik dari sebelum akuisisi maka perusahaan tersebut mengalami perubahan positif. Untuk menganalisis kinerja keuangan, dalam penelitian ini menggunakan <italic id="e-3bc4b953acc5">Du Pont System</italic>.  </p>
      <p id="paragraph-4"><italic id="e-a6629b04d04c">Du Pont System</italic> adalah salah satu alat ukur yang dipakai untuk menganalisis laporan keuangan. Menurut Harahap (2013 : 334-335) dalam Nurahma (2016) <italic id="e-2635e8400193">Du Pont System</italic> menggunakan beberapa rasio keuangan yang merupakan kumpulan dari beberapa rasio diantaranya rasio profitabilitas, rasio aktivitas dan rasio solvabilitas. Dalam metode ini, analisis kinerja keuangan dilakukan dengan memecah atau menjabarkan ROE (<italic id="e-24df4105ef28">Return on Equity</italic>) dan ROA (<italic id="e-9e87e94623c9">Return on Assets</italic>) ke dalam beberapa rasio penting untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan, dengan menghubungkan antara keuntungan atau laba yang diperoleh perusahaan dari kegiatan pokok dengan kekayaan atau aset yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan tersebut. </p>
      <p id="paragraph-5">Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan dan adanya inkonsistensi pada penelitian-penelitian sebelumnya oleh sebab itu peneliti tertarik dalam melakukan penelitian dengan judul : <bold id="s-1dc4436f543f">“Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Akuisisi (Studi pada </bold><bold id="s-a50d25b9f307">Industri Tambang Batubara Go Public di Indonesia)</bold><bold id="strong-3">”. </bold>Dengan tujuan akhir memaparkan bagaimana kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi menggunakan Du Pont System hingga menjelaskan bagaimana perbandingan kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi pada industri tambang batubara go public di Indonesia. </p>
      <p id="p-d76b00262bb9"/>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-3a538fc5ee12">METODE</title>
      <sec>
        <title id="t-e17d389939a0">Tinjauan Pustaka</title>
        <p id="t-be55f6efa6f9">Akuisisi perusahaan secara sederhana dapat diartikan sebagai pengambilalihan perusahaan dengan cara membeli saham mayoritas perusahaan sehingga menjadi pemegang saham pengendali. Dalam peristiwa akuisisi, perusahaan yang mengambil alih (pengakuisisi) tetap hidup sebagai badan hukum yang terpisah dengan perusahaan yang diambil alih (diakuisisi) (Serfiyani dkk, 2017). </p>
        <p id="p-90afb48585d2">Du Pont merupakan suatu analisis terstruktur dari laporan keuangan yang digunakan untuk menilai kondisi keuangan perusahaan. Keown et al (2005:86) dalam Hapsari (2016), menyatakan bahwa “analisis Du Pont merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis profitabilitas perusahaan dan <italic id="e-eb8309b2c5a9">return on equity</italic>”. Gitman (2009:75) dalam Hapsari (2016), berpendapat tentang penggunaan Du Pont, yaitu: Du Pont system dilakukan dengan tujuan membedah laporan keuangan perusahaan dan untuk menilai kondisi keuangan. Menggabungkan laporan laba rugi dan neraca menjadi ukuran ringkas profitabilitas : <italic id="e-ec9de460c408">Return on Total Asset</italic> (ROA) dan <italic id="e-ac5031b34db5">Return on Equity</italic> (ROE). </p>
        <p id="p-59527894140d">Untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, angka-angka yang terdapat pada laporan keuangan akan jadi lebih bermakna jika angka-angka tersebut saling dibandingkan, salah satunya dapat menggunakan rasio keuangan. Menurut Hery (2017:138) rasio keuangan merupakan suatu perhitungan rasio dengan menggunakan laporan keuangan yang berfungsi sebagai alat ukur dalam menilai kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Beberapa rasio yang yang digunakan dalam penelitian ini ialah : </p>
        <list list-type="order">
          <list-item id="list-item-1">
            <p>Return on Assets</p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-2">
            <p>Return on Equity</p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-3">
            <p>Net Profit Margin</p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-4">
            <p>Total Assets Turn Over</p>
          </list-item>
          <list-item id="list-item-5">
            <p>Financial Leverage Multiplier</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="p-845d65fa433f"> </p>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-4bc77c6bb7aa">Jenis Penelitian </title>
        <p id="t-9bc5a144ada3">Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif komparatif menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggambarkan secara sistematis mengenai fakta-fakta yang ada serta menguji kebenaran dari suatu hipotesis dengan cara mengumpulkan data, mengolah, menganalisis, dan menginterprestasikan data dalam pengujian hipotesis secara statistic.</p>
        <p id="p-79e600134302"/>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-73dd52770104">Populasi &amp; Sampel </title>
        <p id="t-deab6bdde4a7">Populasi dalam penelitian ini adalah industri tambang batubara di Indonesia, dengan penentuan sampel yang merujuk pada kriteria yaitu perusahaan tambang batubara go public yang melakukan akuisisi di tahun 2016. Berdasarkan kriteria tersebut, dari penelusuran yang dilakukan peneliti dari berbagai sumber didapatkan dua perusahaan tambang batubara yang memenuhi kriteria yakni PT Adaro Energy Tbk. yang mengakuisisi BHP Billiton di PT Indo Met Coal (IMC) serta PT Golden Energy Mines Tbk yang mengakuisisi PT. Era Mitra Selaras pada tahun 2016 silam. <bold id="s-7f8748a768ec"> </bold></p>
        <p id="p-b2f0210ebb27"/>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-4e141f985359">Pengumpulan &amp; Sumber Data </title>
        <p id="t-a3fa67355025">Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan studi kepustakaan, dengan menggunakan data sekunder : </p>
        <p id="p-ed8b8932428f"/>
        <list list-type="order">
          <list-item id="li-2ca4b096f315">
            <p>Data yang berkaitan dengan Return on Assets, Return on Equity, Net Profit Margin, Total Assets Turn Over, dan Financial Leverage Multiplier yang didapat dari laporan keuangan tahunan PT. Adaro Energy Tbk. tahun 2014-2018 dan laporan keuangan tahunan PT. Golden Energy Mines Tbk. tahun 2014-2018. </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-1d32b130b82f">
            <p>Buku serta teori-toeri terkait dari beberapa orang ahli. </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-119e0c04c1e5">
            <p>Penelitian sebelumnya yang mendukung penelitian ini, dapat berbentuk jurnal, skripsi, maupun artikel</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="p-bf05c5dcb8bd"/>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-746226e421ff">Teknik &amp; Metode Analisis Data</title>
        <p id="t-d5e23b18b290">Teknik analisis data yang digunakan adalah <italic id="e-5e8810c139d0">Du Pont System, </italic> dengan metode analisis data menggunakan <italic id="e-125d087b919b">Paired Sample T-test</italic>. Sebelum dilakukan uji perbedaan dua nilai rata-rata, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas untuk melihat apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak, dimana kedua buah pengujian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi program SPSS.  </p>
        <p id="p-133067ea1048"/>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-f741b1faafbf">HASIL DAN PEMBAHASAN</title>
      <sec>
        <title id="t-c5904ebfaf74">Kinerja Keuangan Industri Tambang Batubara Sebelum Akuisisi </title>
        <table-wrap id="tw-bbe67ef333cb" orientation="portrait">
          <label>Table 1</label>
          <caption id="c-7f362078b4df">
            <title id="t-9a6649744af8">Kinerja KeunganIndustri Tambang Batubara periode 2014-2015</title>
          </caption>
          <table id="table-1" rules="rows">
            <colgroup/>
            <tbody id="table-section-1">
              <tr id="table-row-1">
                <td id="table-cell-1" align="left">Tahun</td>
                <td id="table-cell-2" align="left">ROA</td>
                <td id="table-cell-3" align="left">ROE</td>
                <td id="table-cell-4" align="left">NPM</td>
                <td id="table-cell-5" align="left">TATO</td>
                <td id="table-cell-6" align="left">FLM</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2">
                <td id="table-cell-7" align="left">2014</td>
                <td id="table-cell-8" align="left">3,15</td>
                <td id="table-cell-9" align="left">4,97</td>
                <td id="table-cell-10" align="left">1,31767</td>
                <td id="table-cell-11" align="left">0,920345</td>
                <td id="table-cell-12" align="left">1,620825</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3">
                <td id="table-cell-13" align="left">2015</td>
                <td id="table-cell-14" align="left">1,525</td>
                <td id="table-cell-15" align="left">2,66</td>
                <td id="table-cell-16" align="left">0,32313</td>
                <td id="table-cell-17" align="left">0,703525</td>
                <td id="table-cell-18" align="left">1,67546</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
          <table-wrap-foot>
            <fn-group>
              <fn id="f-9477f67769d3">
                <p id="p-996909698e08">(sumber : hasil olahan peneliti,2020)</p>
              </fn>
            </fn-group>
          </table-wrap-foot>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-19">Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan kinerja keuangan di tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, meski ada satu buah rasio yaitu FLM yang juga mengalami peningkatan. Dari kelima rasio yang diteliti, ROA, ROE dan NPM berada dibawah rata-rata sampel (357892,4), yang berarti kinerja keuangan sebelum akuisisi dinilai kurang baik dan kurang efisien. Sementara untuk TATO dan FLM yang berada diatas rata-rata sampel, berarti kinerja keuangan sebelum akuisisi dinilai baik dan efisien. </p>
        <p id="p-660411ba854b"/>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-5c755901fa61">Kinerja Keuangan Industri Tambang Batubara Sesudah Akuisisi </title>
        <p id="t-590208ae38b4"/>
        <table-wrap id="tw-c76936208720" orientation="portrait">
          <label>Table 2</label>
          <caption id="c-75692b507a94">
            <title id="t-f2d2f3ae382b">Kinerja Keungan Industri Tambang Batubara periode 2017-2018</title>
          </caption>
          <table id="t-72623506ae30" rules="rows">
            <colgroup/>
            <tbody id="ts-b998ea28c6c3">
              <tr id="tr-47e40626b301">
                <td id="tc-c3576195897a" align="left">Tahun</td>
                <td id="tc-ff5488514d97" align="left">ROA</td>
                <td id="tc-897c1467dd41" align="left">ROE</td>
                <td id="tc-5b813af96076" align="left">NPM</td>
                <td id="tc-01fd140a7d9f" align="left">TATO</td>
                <td id="tc-57b0282e9f52" align="left">FLM</td>
              </tr>
              <tr id="tr-66d9fe5ee15b">
                <td id="tc-84d5d85c9f53" align="left">2017</td>
                <td id="tc-66294a55ab24" align="left">14,035</td>
                <td id="tc-3e162fd43d19" align="left">26,93</td>
                <td id="tc-1063125ab64d" align="left">7,99226</td>
                <td id="tc-b0d804696196" align="left">0,882285</td>
                <td id="tc-11a05e6ffe08" align="left">1,842875</td>
              </tr>
              <tr id="tr-6d7ff67074a6">
                <td id="tc-7cdc76058912" align="left">2018</td>
                <td id="tc-d16ef72776f8" align="left">10,565</td>
                <td id="tc-1d3b8be403d6" align="left">21,46</td>
                <td id="tc-be3f0d8bc9a7" align="left">4,875885</td>
                <td id="tc-0b206a40633a" align="left">1,001705</td>
                <td id="tc-f5dd944ad83b" align="left">1,61277</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
          <table-wrap-foot>
            <fn-group>
              <fn id="f-ba7c915c1ec3">
                <p id="p-6158448eb9c2">(sumber : hasil olahanpeneliti,2020</p>
              </fn>
            </fn-group>
          </table-wrap-foot>
        </table-wrap>
        <p id="p-6646dec11d0b">Merujuk pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan kinerja keuangan di tahun 2018 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, meski ada satu buah rasio yaitu TATO yang juga mengalami peningkatan. Dari kelima rasio yang diteliti, ROA, ROE dan TATO berada dibawah rata-rata sampel (959269,2), yang berarti kinerja keuangan sesudah akuisisi dinilai kurang baik dan kurang efisien. Sementara untuk NPM dan FLM yang berada diatas rata-rata sampel, berarti kinerja keuangan sesudah akuisisi dinilai baik dan efisien</p>
        <p id="p-9ea195a70e52"/>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-a59e0ee91191">Perbandingan Kinerja Keuangan Industri Tambang Batubara Sebelum dan Sesudah Akuisisi </title>
        <table-wrap id="tw-c901efa39f4d" orientation="portrait">
          <label>Table 3</label>
          <caption id="c-c436ad37c458">
            <title id="t-7828659e59e5">Hasil Paired Sampel T-test</title>
          </caption>
          <table id="t-ad5cfe287f65" rules="rows">
            <colgroup/>
            <tbody id="ts-552d8ef11cf4">
              <tr id="tr-e44e45dde806">
                <td id="tc-b46582845aef" align="left">Variabel</td>
                <td id="tc-888dae9ed2b5" align="left">Nilai t</td>
                <td id="tc-65ff273f8752" align="left">Nilai Signifikansi</td>
              </tr>
              <tr id="tr-74cbcd33c6f2">
                <td id="tc-19b6c236a886" align="left">ROA</td>
                <td id="tc-ea8ee235aff0" align="left">-0,478</td>
                <td id="tc-de542b4e9acd" align="left">0,716</td>
              </tr>
              <tr id="tr-23114d220ff4">
                <td id="tc-ea0c130c35b7" align="left">ROE</td>
                <td id="tc-783c92bb448a" align="left">-0,795</td>
                <td id="tc-e322acb4b7cb" align="left">0,572</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4">
                <td id="tc-cbfea698db1f" align="left">NPM</td>
                <td id="tc-853992cc0589" align="left">-0,996</td>
                <td id="tc-7848baf227d2" align="left">0,501</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5">
                <td id="tc-9e335a78b809" align="left">TATO</td>
                <td id="tc-107b3c203249" align="left">-1,092</td>
                <td id="tc-bdac3ce35621" align="left">0,472</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6">
                <td id="tc-b123c47ca457" align="left">FLM</td>
                <td id="tc-16daeb05e41d" align="left">-0,003</td>
                <td id="tc-7907848aa36c" align="left">0,998</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
          <table-wrap-foot>
            <fn-group>
              <fn id="f-15d40eb904a0">
                <p id="p-192d7512237a">(sumber: hasil uji spss,2020)</p>
              </fn>
            </fn-group>
          </table-wrap-foot>
        </table-wrap>
        <p id="p-4d4b7e901ba6"> Meski kinerja keuangan sesudah akuisisi secara keseluruhan memperlihatkan adanya peningkatan, namun berdasarkan hasil uji <italic id="e-b0b6154b72f5">paired sampel t-test</italic> diketahui perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi tidak memperlihatkan hasil yang signifikan karena nilai signifikansi masing-masing rasio yang lebih besar dari 0,05 sehingga H0 diterima. Hal ini berarti kemampuan industri tambang batubara dalam meningkatan kinerja keuangan pasca dilakukannya akuisisi belum signifikan dan dinilai masih kurang baik dan kurang efisien.</p>
        <p id="p-474869c0f3a5">Beberapa penelitian terdahulu dengan menggunakan variabel operasional yang sama memperlihatkan hasil yang serupa, bahwa tidak terdapat perbedaaan yang signifikan pada kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi dilakukan, diantaranya Putu Yulia dkk (2018), Satrya Darma dkk (2016) serta Ira Aprilita dkk (2015). </p>
        <p id="p-289b6d05139e">Hasil penelitian yang menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan pada kinerja keuangan perusahaan sesudah akuisisi menjelaskan bahwa motif perusahaan dalam melakukan strategi akuisisi bukanlah motif ekonomi melainkan non ekonomi. Menurut Aulina (2012) dalam Dewi (2018) motif-motif non ekonomi yang mendasari kegiatan akuisisi antara lain seperti kurangnya keterampilan manajemen perusahaan yang akan diakuisisi, atau karena keinginan untuk menjadi kelompok perusahaan yang besar. </p>
        <p id="p-b0cde0a92350">Selain itu, penyebab lainnya adalah periode penelitian yang hanya melihat perubahan kinerja keuangan dua tahun sebelum dan dua tahun sesudah, sementara manfaat ekonomis dari akuisisi tidak hanya dapat dilihat dalam jangka waktu pendek melainkan dibutuhkan waktu jangka panjang untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan sehingga tercapai sinergi dengan perusahaan yang diakuisisi</p>
        <p id="p-e60250e3a217"/>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-1b8caf5a6d14">KESIMPULAN</title>
      <p id="t-379b994e5832">Berdasarkan metode analisis du pont, kinerja keuangan industri tambang batubara sebelum melakukan akuisisi adalah sebagai berikut, ROA dengan rata-rata 2,3375, ROE dengan rata-rata 3,815, NPM dengan rata-rata 0,8204, TATO dengan rata-rata 0,1194 serta FLM dengan rata-rata 1,648145. Sedangkan kinerja keuangan industri tambang batubara sesudah melakukan akuisisi adalah sebagai berikut, ROA meningkat dengan rata-rata 12,305, ROE meningkat dengan rata-rata 24,2, NPM meningkat dengan rata-rata 6,434075, TATO meningkat dengan rata-rata 0,942 serta FLM yang juga meningkat dengan rata-rata 1,727825. Merujuk pada hasil analisis yang dilakukan, meski kinerja keuangan sesudah akuisisi secara keseluruhan mengalami peningkatan, namun merujuk pada hasil <italic id="e-e3e92e00856e">uji paired sampel t-test</italic> memperlihatkan bahwa tidak terdepat perbedaan yang signifikan pada kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi dilakukan, hal ini karena hasil uji test memperlihatkan nilai signifkansi yang lebih besar dari 0,05 sehingga H0 diterima. </p>
      <p id="p-fb97deb58945"/>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-0ce616e7c290">UCAPAN TERIMA KASIH</title>
      <p id="t-3cea58bb45a0">Terimakasih tiada tara kepada Allah swt. yang selalu memberikan kekuatan dalam penyelesaian penelitian ini dan telah meridhoi penyelesaian penelitian ini. Teruntuk mama, papa, abang, ajo dan kakak yang selalu mendoakan serta memberi support juga mempercayai bahwa apapun yang terjadi peneliti dapat segera menyelesaikan penelitian ini dengan baik. Kepada dosen pembimbing Ibu Arlin Ferlina Mochamad Trenggana yang selalu membimbing juga menyemangati serta memberikan pencerahan dalam kendala-kendala yang dihadapi selama penelitian. Lalu kepada Nurhayana Thoybah, selaku sahabat yang mendoakan dan senantiasa menjadi tempat bercerita serta selalu mengingatkan agar tetap semangat. </p>
      <p id="p-4ea349c6be86"/>
      <p id="p-de080c5a578a"> </p>
      <p id="p-4cc7f6e2c8ab"/>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <app-group>
      <app>
        <title>Referensi</title>
        <p id="t-146846c78d21">Hapsari, S. (2016). Analisis Perbedaan Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Merger (Kasus pada Bank CIMB Niaga yang terdaftar di BEI). <italic id="e-027c1fa8c0bb">Jurnal Ekonomi dan Bisnis</italic>.</p>
        <p id="p-03e93be08822">Harahap, S. S. (2018). <italic id="e-371ce98b5a68">Analisis Kritis atas Laporan Keuangan .</italic> Depok: Rajawali Pers.</p>
        <p id="p-ab7890627b83">Hery. (2017). <italic id="e-67b51fe64ea6">Analisis Laporan Keuangan.</italic> Jakarta: Gramedia Widiasarana.</p>
        <p id="p-eee55a435e78">Nurrahma. (2016). Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode Dupont System untuk Sub Sektor Pertambangan Batubara yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2014. <italic id="e-c5096f98a62e">Jurnal Komunikasi dan Bisnis</italic>, 10.</p>
        <p id="p-c40c3d2c7745">Rachmawati, A. (2015). Analisis Perbedaan Kinerja Keuangan PT. Surya Citra Media Tbk. dan PT. Media Nusantara Citra Tbk. Selama Periode 2008-2013 . <italic id="e-0956c711e49f">Jurnal Komunikasi dan Bisnis</italic>, 9.</p>
        <p id="p-34b9e8da3645">Serfiyani, C. Y. (2017). <italic id="e-28af93721827">Restrukturisasi Perusahaan.</italic> Yogyakarta: Andi.</p>
        <p id="p-6cc10ea20890"> </p>
        <p id="paragraph-f1d2e90ce125"> </p>
      </app>
    </app-group>
  </back>
</article>
